Traveling Aman Saat Virus Corona Mengancam, Apa yang Harus Dilakukan?

 

Liputan6.com, Jakarta Virus corona terus menyebar ke negara-negara selain Tiongkok. Virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, Hubei, China itu telah menjangkiti 34.800 orang di seluruh dunia, mengutip laman BBC, Minggu (9/2/2020).

Kasus-kasus paparan virus corona di luar Wuhan sebagian besar dialami oleh para traveler dari wilayah tersebut yang masuk ke negara lain, seperti di Singapura dan Malaysia.

Berdasarkan data dari United Nations Maret 2018, terdapat banyak negara atau tempat yang menjadi tujuan pengunjung dari Wuhan. Diantaranya Bangkok, Hong Kong, Tokyo, Singapura, Denpasar, Macau, Dubai, Sydney, dan masih banyak lagi.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum merekomendasikan secara spesifik untuk traveler atau restriksi perdagangan dengan Tiongkok. Sementara Indonesia sudah mengeluarkan pelarangan penerbangan ke China terkait wabah virus corona.

 

Tips Perhimpunan Dokter Paru

Terkait hal tersebut, Perhimpuan Dokter Paru Indonesia menyarankan beberapa hal, termasuk di dalamnya travel advice;

1. Hindari menyentuh hewan atau burung

2. Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan, atau pasar hewan hidup.

3. Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas.

4. Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.

5. Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam dan batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.

6. Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

 

(Novi Nadya/Fimela.com)

Saksikan juga video menarik berikut: