Tren Bisnis UMKM pada Tahun 2021 Menurut Gojek

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gojek telah menelurkan serangkaian solusi digital yang memudahkan UMKM bermigrasi ke bisnis online sepanjang tahun 2020. Melalui inisiatif #MelajuBersamaGojek, ratusan ribu UMKM semakin memahami pentingnya teknologi digital dalam bisnis dan sukses bertahan di masa pandemi.

Head of Merchant Platform Business Gojek, Novi Tandjung membagikan resep dan tren usaha yang diprediksi akan laris pada tahun 2021 untuk semakin mendorong UMKM terus maju. Pandemi Covid-19 telah menyadarkan semua orang, termasuk pelaku UMKM tentang pentingnya membuka usaha di platform digital.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

"Hal ini terlihat dalam satu hari, hingga 3.000 UMKM mendaftar jadi merchant Gojek. Meskipun demikian, masih banyak pengusaha pemula yang membutuhkan dukungan untuk terus meningkatkan usahanya. Gojek akan terus bekerja lebih keras lagi untuk melahirkan inovasi teknologi dan non teknologi yang membantu UMKM dari segala lini dan di setiap tahapan usaha," ujar Novi, Selasa (9/2/2021).

Sebagai salah satu cara mendukung UMKM terus melaju, Gojek membagikan sejumlah temuan menarik berdasar data internal pada 2020 yang diprediksi akan tetap menjadi tren usaha bagi UMKM pada 2021. Pertama, tren usaha kuliner rumahan akan meningkat dan dessert box dan rice bowl diprediksi jadi primadona.

"Data Gojek menemukan bahwa usaha rumahan menjadi tren selama masa pandemi, dengan bisnis kuliner sebagai jenis usaha rumahan yang paling banyak dijalani. Dari banyaknya usaha kuliner, mie pedas, minuman mix susu segar, dimsum udang rambutan menjadi beberapa menu yang paling dicari pelanggan GoFood selama tahun 2020," kata Novie.

PESAN IBU

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tren selanjutnya

Ilustrasi GoFood
Ilustrasi GoFood

Kedua, kata Novi, diskon dan pemasaran lewat media sosial masih akan menjadi jurus jitu.

Memberikan promosi lewat program diskon menjadi strategi pemasaran yang populer dipilih oleh mitra usaha Gojek untuk menggaet pelanggan baru. Strategi ini juga kerap diikuti dengan pemasaran di kanal media sosial untuk memperluas jangkauan.

"Sebanyak 42 persen pemilik usaha meningkatkan promosinya di media sosial. Gojek juga sudah menyiapkan GoStore - sebuah fitur yang memudahkan pelaku usaha membuka toko online pribadi yang terintegrasi dengan media sosial," tutur Novi.

Lalu ketiga, pilihan pembayaran nontunai semakin berkembang. Pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk mengurangi kontak fisik telah mendorong pergeseran gaya hidup konsumen menjadi serba nontunai.

Tren selanjutnya

Ilustrasi Gojek, Aplikasi Gojek. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Ilustrasi Gojek, Aplikasi Gojek. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Menurut data dari Midtrans, payment gateway terbesar di Indonesia, empat metode pembayaran nontunai yang paling berkembang pada 2020 adalah transfer bank, cicilan tanpa kartu, QRIS, dan GoPay.

Melihat tren ini, para pelaku UMKM dapat menambah opsi metode pembayaran untuk usaha mereka agar dapat semakin bersaing di pasaran.

Keempat, komunitas berperan penting untuk meningkatkan kompetensi. Jejaring komunitas sesama pelaku usaha membantu mengakselerasi kompetensi bisnis para UMKM, khususnya bagi yang baru terjun ke dunia ini.

Wadah yang diciptakan Gojek, seperti Komunitas Partner GoFood (KOMPAG), A Cup of Moka (ACOM), Temu Midtrans, dan Bincang Biznis, membantu para mitra usaha mempelajari ilmu dan kemampuan baru dalam berdagang.

"Misalnya saja, 77 persen mitra yang baru bergabung di Gojek yang baru bergabung mengaku telah mendapatkan keterampilan berjualan online dalam waktu kurang dari tiga bulan," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang/Merdeka.com