Tren Busana Lebaran 2021, Baju Kembaran Keluarga Bertema Sulawesi

Adinda Permatasari, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandem COVID-19 membuat industri fashion mengubah banyak hal, termasuk untuk pagelaran busana yang harus dilakukan secara virtual. Hal yang sama dilakukan dalam gelaran “Klamby Annual Digital Show 2021” dengan menyuguhkan koleksi bertema Sulawesi sekaligus karya teranyar untuk momen lebaran.

Gelaran busana yang diadakan beberapa waktu lalu itu menampilkan koleksi mulai dari bulan maret ini hingga pertengahan Mei 2021 atau sampai momen lebaran nanti. Sebanyak 42 koleksi daily hingga evening wear menyuguhkan cerita akan kekayaan budaya dan alam Sulawesi.

Uniknya, tema Sulawesi ini tidak hanya ditunjukkan dalam motif saja, melainkan dalam sebuah storytelling yang memikat di atas set papercraft. Koleksinya sendiri cukup beragam, mulai dari gaun, tunik, rok, gamis, kemeja hingga celana bermotif.

"Kami berusaha all-out menggandeng para profesional di bidangnya. Kami ingin orang tahu bahwa kami sangat serius ingin membuat lebih banyak orang mencintai Indonesia. Bahwa yang kami lakukan lebih dari sekadar bisnis, ada value dan misi yang ingin kami capai menjadi brand modest fashion ready to wear yang merepresentasikan Indonesia dan dibanggakan oleh Indonesia,” ujar Nadine Gaus, sang Founder dan Creative Director, dalam keterangan tertulisnya.

Dari koleksi tersebut, sebanyak 9 Signature Series dengan empat di antaranya adalah koleksi untuk keluarga termasuk untuk pria dan anak turut ditampilkan. Motifnya pun menyesuaikan satu sama lain yang artinya akan ada kesan maskulin pada pakaian laki-laki.

“Jadi ada empat family set dan keempatnya memiliki corak yang berbeda-beda,” tambah Nadine.

Karya-karya yang ditampilkan tersebut, ujar Nadine, diprediksi juga akan menjadi tren busana Lebaran tahun 2021 ini. Senada, founder lain, Ridho Jufri mengatakan bahwa Lebaran kerap menjadi momen spesial untuk diabadikan bersama sehingga busana senada akan mempermanis tampilan.

“Karena mereka di rumah, jadi mereka akan banyak menggunakan sosial media. Pasti laki-lakinya juga akan dipaksa disuruh unggah oleh istrinya buat pakai baju Lebaran yang kembaran,” tambah Ridho.

Bukan hanya motif yang dibuat berbeda, pemilihan bahan pun juga perlu dipikirkan agar tampilan tetap senada namun memiliki kesan yang tak sama. Untuk busana perempuan menggunakan material silk, sementara busana laki-laki menggunakan kain arezzo, serta bahan katun lembut untuk anak.

“Kita pakai printing yang sudah bersertifikat kain yang ramah dan anti alergi bagi anak. Meminimalisasi kanker kulit dari penggunaan tinta dan digital printing,” sambung Nadine