Tren COVID-19 Naik di 20 Daerah, Bukti Virus Corona Masih Ada di Sekitar Kita

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 28 Oktober 2021, terjadi tren peningkatan kasus positif COVID-19 di 20 kabupaten/kota selama tujuh pekan terakhir. Masyarakat diminta tak lengah dan tetap mewaspadai kenaikan kasus COVID -19 sekecil apapun di wilayah masing-masing.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate menegaskan, masyarakat harus tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi gelombang baru COVID-19.

"Kenaikan kasus sekecil apapun adalah bukti bahwa Virus Corona masih hidup di sekitar kita. Jangan sampai kita mengendorkan protokol kesehatan," tegas Plate melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com pada Minggu, 31 Oktober 2021.

"Karena setiap kelengahan dapat memicu kembali terjadinya proses transmisi dan lonjakan kasus."

Berikut ini daftar 20 daerah dengan tren peningkatan kasus COVID-19 selama 7 pekan terakhir:

  1. Nagan Raya, Aceh

  2. Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara

  3. Kepulauan Meranti, Riau

  4. Bangka Selatan, Bangka Belitung

  5. Solok Selatan, Sumatera Barat

  6. Jakarta Timur, DKI Jakarta

  7. Kota Depok, Jawa Barat

  8. Kota Bekasi, Jawa Barat

  9. Blora, Jawa Tengah

  10. Kota Surakarta, Jawa Tengah

  11. Jember, Jawa Timur

  12. Bima, Nusa Tenggara Barat

  13. Minahasa Tenggara, Sulawesi Tenggara

  14. Buton, Sulawesi Tenggara

  15. Bulukumba, Sulawesi Selatan

  16. Sintang, Kalimantan Barat

  17. Sambas, Kalimantan Barat

  18. Bengkayang, Kalimantan Barat

  19. Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

  20. Lamandau, Kalimantan Tengah

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Langkah Intervensi Tekan Penularan Corona

Warga menikmati sore hari di depan gerbang masuk Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (15/11/2020). Meski masih ditutup untuk umum sejak awal pandemi Covid-19, kawasan Monas tetap ramai dikunjungi warga untuk sekadar mengisi akhir pekan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Warga menikmati sore hari di depan gerbang masuk Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (15/11/2020). Meski masih ditutup untuk umum sejak awal pandemi Covid-19, kawasan Monas tetap ramai dikunjungi warga untuk sekadar mengisi akhir pekan. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Johnny G. Plate menekankan, peningkatan mobilitas seharusnya dibarengi dengan pengetatan ketaatan protokol kesehatan dari tiap individu guna menekan risiko penularan. Seluruh pimpinan daerah pun diharapkan bergerak lebih aktif, memantau setiap parameter penanganan pandemi secara berkala.

Tujuannya, agar bisa mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Parameter yang dimaksud, seperti jumlah kasus aktif, positivity rate, dan Bed Occupancy Ratio (BOR).

"Kenaikan kasus COVID-19 di daerah-daerah harus jadi perhatian bersama karena ini sudah memasuki fase jelang libur Nataru (Natal dan Tahun Baru),” tutur Menkominfo Plate.

"Belajar dari pengalaman tahun lalu, mobilitas masyarakat saat libur panjang cenderung meningkat dan berdampak pada lonjakan kasus."

Para pemangku kebijakan di daerah serta seluruh elemen juga harus memperkuat cakupan vaksinasi, menggencarkan 3T (testing, tracing, treatment), dan penggunaan PeduliLindungi di berbagai tempat umum yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat. Misal, mal, kafe, pasar, dan tempat wisata.

"Protokol kesehatan, vaksinasi, 3T, dan implementasi teknologi informasi tetap menjadi langkah intervensi penting sebagai antisipasi menekan risiko penularan Corona. Pemerintah juga akan terus mengevaluasi penerapan PPKM sebagai instrumen pengendalian COVID -19 di tiap daerah," pungkas Plate.

"Kami mengharapkan peran aktif masyarakat untuk mendukung kebijakan tersebut."

Infografis Cuci Tangan Pakai Sabun Bunuh Virus Penyebab Covid-19

Infografis Cuci Tangan Pakai Sabun Bunuh Virus Penyebab Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Cuci Tangan Pakai Sabun Bunuh Virus Penyebab Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel