Tren Endorse Gaet Artis Jadi Bisnis Menjanjikan?

Lutfi Dwi Puji Astuti, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Media sosial Instagram, kini dimanfaatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berjualan. Mulai dari online shop yang berjualan hijab, baju, kosmetik, sampai kebutuhan bayi. Bahkan tak sedikit dari mereka yang memakai jasa endorse artis.

Hal itu tak lepas dari pesona dan popularitas sang artis yang bisa membuat orang tertarik atau penasaran, hingga akhirnya mau membeli sebuah produk. Artis tersebut biasanya berada dalam manajemen artis.

Salah satunya adalah Tutu Management (Tutu), manajemen artis yang dimiliki wanita muda bernama Liestiani Anisa. Icha, sapaan akrabnya, memiliki puluhan artis papan atas dan influencer yang bernaung di manajemennya. Sebut saja, Anissa Pohan, Nia Ramadhani, atau Syahnaz Sadiqah.

Sejak berdiri pada 2015, Tutu telah dipakai jasanya oleh lebih dari 12.000 online shop maupun brand. Menurut Icha, kunci suksesnya menjalani bisnis ialah menikmati proses. Karena bisnis yang ia jalani saat ini merupakan hasil dari proses yang panjang.

Mula-mula Icha menjalani bisnis online shop baju anak di tahun 2013, lalu berkembang menjadi manajemen artis di 2015 berkat pengalamannya menjalani bisnis online shop dan mengenal sejumlah artis saat masih jadi karyawan.

"Jadi, awalnya itu saat barang online shop saya dipromosikan oleh artis yang saya kenal. Saya minta tolong mereka dan mereka mau. Waktu itu tidak bayar, kami hanya barter barang aja karena saat itu belum ada juga istilah endorsement dan Instagram pun masih baru muncul," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu 27 Januari 2021.

"Nah, melihat akun online shop saya dipromosiin artis, teman-teman saya yang merupakan pemilik online shop pun pada nanya ke saya, di mana saat itu pemilik online shop ada Line grupnya, dan mereka minta dibantu dipromosikan juga seperti itu dan permintaan itu datang berkali-kali. Dari sanalah saya melihat peluang (baru) ini, dan saya coba jalanin," tambah dia.

Pemilik akun Instagram @chaliesti itu mengatakan, semuanya berproses dalam selang waktu tiga tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Icha menjalani online shop sampai membuat perusahaan.

"Di mana di tiga tahun itu mengurus online shop-endorsement disambi menjadi karyawan. Itu, proses. Mungkin kalau tidak begitu jalannya, kalau saya langsung membuat perusahaan, mental saya belum tentu siap," tuturnya.

Menikmati proses itu pula yang makin membuat Icha mengenal dunia digital. Kini, ia tak hanya mengurus endorse artis, tapi juga digital marketing untuk usaha UMKM maupun brand, antara lain strategi kampanye, social media ads, konten produksi, sampai ke pengelolaan sosial media.

"Itu karena endorse artis bukan solusi semua dari peningkatan penjualan, ada faktor lain juga cukup memengaruhi orang tidak mau beli produk. Contohnya, kualitas foto belum bagus, copywriting-nya nggak bikin engage orang, atau desain feed IG-nya acak-acakan," terang Liestiani Anisa.