Tren jumlah penumpang pesawat di Bandara Kualanamu alami peningkatan

Edy Sujatmiko

Tren jumlah penumpang pesawat domestik dan internasional di Bandara Internasional Kualanamu, Medan mengalami peningkatan beberapa hari terakhir, seiring dengan masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19.

Executive General Manajer Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Djodi Prasetyo, Jumat, mengatakan jumlah penumpang pada 8 hingga 9 Juni 2020, rata-rata sekitar 800 penumpang setiap harinya.

"Sementara itu, pada 10 Juni 2020, meningkat menjadi sekitar 2.803 penumpang," katanya tanpa merinci apakah jumlah itu merupakan penumpang keberangkatan atau kedatangan.

Ia menyebut, kenaikan ini terjadi karena pada masa adaptasi ini, setiap orang diperbolehkan melakukan perjalanan dengan pesawat, namun tetap mengedepankan prosedur aspek kesehatan.

Baca juga: PT Angkasa Pura II rumuskan protokol antisipasi "new normal"

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 07/2020, calon penumpang pesawat harus melengkapi surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif dan berlaku tujuh hari atau surat keterangan hasil tes cepat dengan hasil non-reaktif yang berlaku tiga hari pada saat keberangkatan.

Selain itu, pembatasan kapasitas penumpang yang sempat maksimal 50 persen, kini ditingkatkan maksimal 70 persen sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara Nomor 13/2020.

Ia juga menyebut, maskapai penerbangan Lion Air kini sudah kembali beroperasi menyusul Garuda Indonesia , Citilink, dan Air Asia.

"Air Asia Indonesia juga akan terbang mulai 19 Juni 2020," katanya.

Baca juga: Jam operasional Bandara Pekanbaru dipangkas empat jam

Ia juga menyebut, secara keseluruhan, jumlah penumpang memang masih jauh lebih rendah dibandingkan saat kondisi normal, namun sudah mulai meningkatkan kembali pada adaptasi ini.

Ia menambahkan, peningkatan juga terjadi pada angkutan kargo pada 10 Juni 2020 dengan volume tertinggi sepanjang Juni ini sebesar 35,212 kg per hari atau meningkat 40 persen dibanding tahun lalu.

"Angkutan kargo di tengah pandemi COVID-19 ini memang yang paling terjaga. Kami juga fokus dalam penanganan kargo ini," katanya.