Tren Kasus COVID-19 Menurun, Vaksinasi Berhasil?

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kasus COVID-19 saat ini dinilai oleh banyak pakar, sudah mulai menurun. Termasuk paparan Satgas COVID-19 PB IDI, Prof. Zubairi Djoerban yang memberi beberapa alasan terkait tren penurunan kasus tersebut. Apa saja alasannya?

Dalam akun Twitter yang digunakan secara pribadi oleh Prof Zubairi, beliau menyebut ada penurunan kasus COVID-19 secara signifikan. Hal itu ia amati dari penambahan kasus COVID-19 secara global pada 8 Januari 2021 sebanyak 845.643, sementara di tanggal 17 Februari 2021 peningkatan harian 398.357 kasus.

"Beberapa pekan terakhir, jumlah kasus harian Covid-19 dunia menurun secara dramatis. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, penurunan global itu sebesar 16 persen. Cukup signifikan," ungkapnya dalam laman Twitter.

Menurutnya, Penurunan kasus COVID-19 bisa dikaitkan dengan banyak hal. Tapi yang utama adalah perilaku baik masyarakat dunia dan kepatuhan terhadap penguncian (lockdown), yang di Indonesia disebut PSBB atau PPKM.

"Memang, di berbagai belahan dunia, konsep lockdown itu tidak disuka, tapi telah terbukti berhasil. Anda akan melihat kasus COVID-19 itu turun di wilayah dunia yang menerapkan kebijakan penguncian. Bisa dicek," tambahnya.

Faktor lain, kata Prof Zubairi, adalah kebiasaan memakai masker dan menjaga jarak, apalagi di dalam ruangan. Itu amat membantu menurunkan kasus baru COVID-19.

Bisa dilihat di beberapa acara televisi Indonesia saat ini. Kesadaran memakai masker sudah terbentuk. Begitu pun di berbagai negara.

Kemudian, lanjutnya, ada dugaan para ahli tentang kekebalan populasi pada tingkat tertentu. Ini yang cukup membuat penyebaran virus korona melambat.

"Ini terjadi di India. Lihat saja angka kasus COVID-19 di sana. Turun dari 100 ribu kasus per hari menjadi hanya 11 ribu," bebernya.

Lebih lanjut, Prof Zubairi membahas kaitan antara dimulainya proses vaksinasi dengan penurunan kasus COVID-19 tersebut. Lalu, apakah penurunan kasus ini dipengaruhi program vaksinasi COVID-19 di seluruh dunia?

"Belum ada yang bisa menjelaskan dan perlu hitungan bulan untuk mengukur itu. Kolumnis kesehatan ternama Martin Makary memprediksi, sebagian besar penyakit COVID-19 akan hilang pada April nanti. Opini itu ia sampaikan berdasarkan data laboratorium, matematika, literatur, dan percakapannya dengan para ahli. Baru prediksi. Semoga saja," ujarnya.