Tren Kepercayaan Publik Meningkat, Kejagung: Karena Prioritaskan Usut Perkara Besar

Merdeka.com - Merdeka.com - Tren kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) RI meningkat berdasarkan temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Pada Mei lalu masih 64 persen, bulan ini naik menjadi 70 persen.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana merespons hal itu. Dia menyatakan naiknya tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Korps Adhyaksa adalah bentuk pelaksanaan tugas yang baik.

"Kita tetap bekerja melaksanakan tugas, kewenangan dan tanggung jawab dengan baik, terima kasih atas dukungan masyarakat selama ini," kata Ketut kepada merdeka.com, Senin (25/7).

Menurutnya, salah satu kunci naiknya kepercayaan masyarakat karena Kejagung fokus mengusut perkara-perkara kelas kakap yang banyak menyangkut masyarakat luas. Langkah ini sesuai arahan Jaksa Agung ST. Burhanuddin.

"Kita tetap memprioritaskan perkara-perkara yang berskala besar dan menjadi hajat hidup orang banyak," ujarnya.

Kasus Besar Diusut Kejagung

Diketahui, salah satu kasus besar yang tengah diusut Kejagung adalah dugaan korupsi mafia minyak goreng. Dalam perkara ini, diduga ada tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya pada Januari 2021 sampai dengan Maret 2022.

Dari kelima berkas perkara atas lima tersangka, total kerugian negara sementara mencapai Rp20 triliun. Angka itu terbagi ke dalam beberapa sektor, mulai dari kerugian keuangan negara, perekonomian hingga menyangkut pendapatan tidak sah.

Di sisi lain, lanjut Ketut, Kejagung juga tengah memprioritaskan langkah-langkah upaya penegakan hukum melalui restorative justice yang langsung ditindaklanjuti Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).

Sejauh ini, Kejagung telah melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice terhadap 1.334 perkara tindak pidana umum dari total 1.454 permohonan.

"Di samping program JA yang Humanis terkait dengan kegiatan restorative justice yang dilaksanakan setiap hari di seluruh Indonesia," ucapnya.

Ketut pun mengatakan, sejauh ini seluruh langkah-langkah dalam proses penegakan hukum berjalan dengan lancar. Adapun arahan terbaru ketika mulai memasuki tahun politik, jajaran Korps Adhyaksa diminta untuk lebih berhati-hati.

"Tidak ada, hanya tahun politik ini oleh Pak Jaksa Agung minta jajarannya sampai ke tingkat terbawah untuk netral atau tidak memihak dalam penegakan hukum. Dan harus lebih hati-hati jangan sampai jadi bahan politisasi," imbuhnya.

Survei LSI

Sebelumnya, Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Agung semakin menunjukkan tren positif. Survei terbaru LSI memperlihatkan, tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa mencapai 70 persen.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengatakan, survei dilakukan dalam rentang 27 Juni hingga 5 Juli 2022, dengan menempatkan 1.206 responden.

"Terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga, Kejaksaan ada di posisi empat besar, berada di belakang TNI, Presiden dan Polri," katanya saat memaparkan hasil survei bertajuk Persepsi Publik Terhadap Penegakan Hukum, Tugas Lembaga-Lembaga Hukum, dan Isu-Isu Ekonomi secara virtual, Minggu (24/7).

Menurut Djayadi, ada peningkatan yang cukup signifikan terkait tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan. Jika pada Mei 2022 angkanya baru menyentuh 64 persen, memasuki awal Juli menjadi 70 persen.

Menariknya, Djayadi melanjutkan, dari tiga lembaga penegak hukum, hanya Kejaksaan yang mengalami peningkatan. Kepolisian, misalnya, tak berubah di angka 72 persen. Kondisi sebaliknya kembali menimpa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Djayadi mengatakan, komisi antirasuah justru mengalami penurunan jika dibandingkan temuan Mei 2022. "Jika pada Mei lalu tingkat kepercayaan publik KPK berada di angka 66 persen, kini menjadi 63 persen," ungkap Djayadi.

Di sisi lain, peningkatan approval rating Kejaksaan, terpotret dari hasil survei LSI, bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 yang dirayakan 22 Juli kemarin.

Selain LSI, survei Indikator Politik Indonesia juga menemukan peningkatan tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa. Jika pada April 2022 angkanya 70,2 persen, terjadi peningkatan menjadi 74,5 persen pada Juni 2022.

Serupa LSI, tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Kejagung, dalam temuan Indikator, juga menempatkan Korps Adhyaksa di peringkat keempat, setelah TNI, Presiden, dan Polri. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel