Tren Kosmetik 2021, Masukkan Bunga Asli Dalam Skincare

Lutfi Dwi Puji Astuti, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pernahkah kamu melihat ada bunga utuh atau bunga asli yang dimasukkan ke dalam sebuah produk skincare tertentu? Ya, konsep seperti ini memang sedang tren sejak akhir 2020 dan bertahan sampai 2021 ini.

Netty, R&D PT. Nose Herbalindo menjelaskan, tren kosmetik saat ini salah satunya adalah dengan memasukkan bahan alami utuh berupa helai mahkota bunga atau helai daun suatu tanaman ke dalam larutan kosmetik.

"Sehingga, selain penambahan ekstrak yang menutrisi kulit, penambahan bahan alami utuh akan meningkatkan nilai estetika sediaan kosmetik tersebut," ujar Netty lewat rilis yang diterima VIVA, Rabu 27 Januari 2021.

Namun, Netty menambahkan cara ini membutuhkan inovasi agar bunga yang dimasukkan tetap segar. Untuk itu, bekerja sama dengan Universitas Indonesia, PT. Nose Herbal Indo melakukan penelitian bertema Kestabilan Bahan Alami Bunga Mawar dan Daun Pegagan dalam Larutan Kosmetik.

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Laboratorium Nano Interfacial Chemistry, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, mulai September 2020 - Juli 2021, yang berada di bawah bimbingan Prof. Dr.Yoki Yulizar, M.Sc.

"Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan bahan alami utuh, dalam hal ini helai bunga mawar dan daun pegagan, agar bertahan lama, tidak mudah terdegradasi atau rusak," kata Netty.

Sementara itu, Cheryl Ariela, salah satu tim peneliti dari PT. Nose Herbal Indo, mengungkap, akhir-akhir ini permintaan bahan alami utuh untuk dijadikan produk kosmetik meningkat.

"Ini kesempatan besar buat kami, terlebih di Indonesia belum ada yang membuat. Bahan alami utuh tersebut, biasanya digunakan pada produk kosmetik berbentuk cairan seperti toner dan sampo," kata Cheryl.

Marcony Surya, salah satu peneliti dari UI mengungkapkan, normalnya bagian utuh bahan alami atau tanaman akan terdegradasi dalam larutan kosmetik setelah satu bulan.

"Penelitian akan memberikan perlakuan (treatment) khusus untuk meningkatkan kestabilan bahan alami, sehingga masa simpannya menjadi lebih lama," papar dia.

Marcony melanjutkan, saat ini tahapan penelitian sudah sampai pada tahap uji karakterisasi dan uji kestabilan. Uji kestabilan mengambil parameter thermal dan fisik bahan alami tersebut.

"Penelitian ini terbilang baru di Indonesia. Karena itu UI sangat menyambut antusias dalam mengembangkan penelitian ini. Selain khasiatnya yang bagus untuk kulit, ketersediaan bunga mawar dan daun pegagan di Indonesia cukup banyak dan mudah didapat," ujar Marcony.

Netty kembali menambahkan, secara khasiat, bunga mawar dan daun pegagan mengandung bahan aktif untuk menjaga kesehatan kulit.

"Bunga mawar sendiri mampu melembapkan kulit, membantu mengatasi peradangan, menangkal radikal bebas perusak sel-sel kulit sehingga membuat kulit tampak awet muda dan membantu mengatasi jerawat. Sedangkan daun pegagan berkhasiat melembapkan kulit serta membantu mengatasi jerawat dan penuaan dini," jelas Netty.

Khasiat tersebut, menurut Cheryl, karena bunga mawar mengandung senyawa antosianin dan flavonol dari golongan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan.

"Bunga mawar juga berfungsi untuk menghidrasi dan menenangkan kulit (calming). Sedangkan pegagan mengandung senyawa katesin dan kuersetin dari golongan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu juga mengandung senyawa asiaticoside yang tergolong sebagai saponin yang berfungsi untuk meningkatkan sintesis kolagen di kulit," tutup Cheryl Ariela.