Tren Memanaskan Nasi dengan Es Batu di Microwave, Bikin Rasanya Lebih Enak?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tren kuliner memang tidak ada habisnya, terlebih itu sekarang bisa menyebar dengan sangat mudah di media sosial. Dari kuliner yang sama sekali baru, sampai yang familiar seperti nasi, semua tidak lepas dari radar.

Seperti baru-baru ini saat resep influencer Amerika Serikat Emily Mariko menghancurkan salmon filet yang ditumpuk nasi viral di TikTok. Pasalnya, ia kemudian meletakkan es batu di atas nasi dan menutupi piring dengan selembar kertas roti sebelum memasukkannya ke dalam microwave.

Saat mengambil piring dari microwave, esnya tampak utuh. Mariko pun mengambilnya dari nasi dan membuangnya. Klip tersebut dilanjutkan potongan ASMR khas Mariko, kendati trik memanaskan nasi di dalam microwave itu jadi yang paling menyita perhatian.

Video viral memperlihatkan nasi dipanaskan ke dalam microwave bersama es batu. (dok. tangkapan layar TikTok @emilymariko/https://www.tiktok.com/@emilymariko/video/7013103700654689542)
Video viral memperlihatkan nasi dipanaskan ke dalam microwave bersama es batu. (dok. tangkapan layar TikTok @emilymariko/https://www.tiktok.com/@emilymariko/video/7013103700654689542)

Segera setelah video yang diunggah akhir bulan lalu itu jadi sorotan, banyak orang bereksperimen dengan "es batu microwave" dan mengunggah upaya mereka di TikTok, mengagumi betapa lambatnya es meleleh dalam microwave. Sementara ada juga yang berusaha menjelaskan fenomena tersebut.

Melansir VICE World News, Kamis (21/10/2021), Jason Latimer, seorang pesulap dan pengajar sains, menjelaskan, "Es tidak meleleh seperti yang dipikirkan kebanyakan orang dalam microwave." Latimer menjalankan Impossible Science, sebuah program pendidikan yang memperkenalkan konsep-konsep ilmiah pada kaum muda melalui eksperimen rumah tangga.

Ia menyebut gelombang mikro menciptakan panas dengan menarik molekul air melalui energi yang lebih tinggi. "Panas dihasilkan di air dalam makanan Anda, tapi kemudian menghantarkan panas ke semua makanan," katanya.

Sama dengan Makanan Beku

Ilustrasi Nasi Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Nasi Credit: pexels.com/pixabay

Ketika menyangkut es, molekul air tertahan di tempatnya, tidak dapat merespons gelombang mikro. Dalam keadaan ini, mereka tidak dapat menyerap energi dan menghasilkan panas.

"Ini juga mengapa makanan beku tidak dimasak dengan cara yang sama seperti makanan tidak dibekukan saat menggunakan microwave. Molekul air dalam makanan beku tidak bisa berputar dan menyerap energi dari gelombang mikro," kata Latimer.

Penulis VICE Koh Ewe kemudian menjajal trik tersebut. Ia awalnya memisahkan nasi sisa semalam jadi dua bagian. Satu untuk dipanaskan dengan es batu dan satu lagi tanpa es batu.

Di piring tanpa es, nasi jadi hangat, tapi cukup kering. Ketika piring kedua keluar dari microwave, dibungkus kertas roti dengan es batu yang masih ada di atas nasi, tampilannya berbeda.

Bagaimana Hasilnya?

Ilustrasi Nasi Credit: unsplash.com/Pille
Ilustrasi Nasi Credit: unsplash.com/Pille

Dengan bantuan es batu, nasi sisa itu disebut "seolah-olah baru dimasak." "Saya langsung memahami hype, serta mengapa orang-orang dengan panik memasukkan es batu ke dalam microwave," paparnya.

Latimer menjelaskan, "Nasinya mengandung sedikit air, dan saat nasi memanas, es batunya akan meleleh perlahan-lahan. Sejumlah kecil air dipanaskan microwave, berubah jadi uap, yang kemudian perlahan-lahan mengukus nasi.”

Koh akhirnya memutuskan mencampur kedua nasi tersebut, mengikuti sisa resep Mariko untuk membuat nasi salmon. Disajikan dengan warna yang sangat menggugah selera dan rasa umami, butuh satu gigitan baginya untuk memutuskan bahwa nasi salmon yang viral jelas bukan "piring makanan sisa yang overrated."

Kalau enggak sempet masak sendiri, yuk PO saja di ManisdanSedap, banyak masakan rasa rumahan yang pas buat lauk makan siangmu. Berasa dimasakin ibu.

Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel