Tren Pakai Ikat Rambut di Pergelangan Tangan, Berbahayakah untuk Kesehatan?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Memakai ikat rambut di sekitar pergelangan tangan, akhir-akhir ini, jadi tren fesyen. Kendati mempermudah pemakaian, pernahkan Anda melihat bekas lekukan yang ditinggalkan ikat rambut karena terlalu ketat? Lalu, apakah hal tersebut perlu dikhawatirkan?

Rumornya, memakai ikat rambut yang terlalu ketat dapat memperburuk carpal tunner syndrome atau menyebabkan infeksi parah. Karenanya, apakah Anda mesti mempertimbangkan pemakaian ikat rambut di pergelangan tangan?

Melansir laman Huffpost, Kamis, 11 Maret 2021, ahli dermatologi Dhaval Bhanusali dari Hudson Dermatology & Laser Surgery di New York City mengatakan bahwa iritasi juga bisa terjadi ketika punya alergi terhadap bahan-bahan tertentu pada ikat rambut.

"Bisa dikatakan, penggunaan ikat rambut yang terlalu kencang dapat mengganggu peredaran darah dan memungkinkan timbulnya cedera. Secara umum, tidak ada manusia yang ingin mengurangi aliran darah ke tubuh, terutama untuk jangka waktu lama," kata Bhanusali.

Ahli saraf Hua Skeikh dari NY Neurology Medice di New York City mengatakan bahwa mengenakan benda apa pun yang ketat di sekitar pergelangan tangan dapat menyebabkan cedera. "Ini tergantung kada seberapa ketat ikat rambut yang digunakan. Ikat rambut yang terlalu ketat dapat menekan arteri, tendon, dan saraf di area tersebut," tutur Sheikh.

"Ketika arteri tertekan, ini dapat memutus suplai dari dan ke otot, serta saraf di sekitarnya, menyebabkan kerusakan saraf," tambah Skeikh. Beberapa tanda, seperti kesemutan atau mati rasa pun mungkin saja dialami.

Ikat rambut yang dilepas dengan cepat dapat membuat aliran darah kembali pulih, serta tidak menimbulkan kerusakan yang bertahan lama. Namun, jika dibiarkan dalam waktu lama, mungkin akan menyebabkan kerusakan permanen.

Catatan dalam Memakai Ikat Rambut di Pergelangan Tangan

Ilustrasi ikat rambut atau scrunchie. (dok. unsplash @sigmund)
Ilustrasi ikat rambut atau scrunchie. (dok. unsplash @sigmund)

Michael Hausman, kepala operasi ekstremitas dan wakil ketua departemen Mount Sinai Health System, New York City, menjelaskan bahwa penggunaan ikat rambut yang terlalu ketat berisiko rendah menyebabkan carpal tunnel syndrome.

Dermatolog Rina Allawh dari Schweiger Dermatology Group di King Of Prussia, Pennsylvania, mengatakan, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi kulit karena penggunaan ikat rambut.

Reaksi alergi ini dapat dipicu kandungan nikel, karet, atau pewarna pada ikat rambut. "Reaksi alergi ini akan menyerupai ruam kemerahan, bersisik, bahkan dapat meninggalkan sisa hiperpigmentasi," tuturnya.

Ikat rambut yang terlalu ketat dapat menyebabkan luka pada kulit dan menciptakan celah bagi bakteri sehingga menyebabkan infeksi. Ikat rambut sendiri dapat menampung bakteri, terutama dalam kondisi basah, baik karena air maupun keringat.

Dari beberapa pendapat ahli, memakai ikat rambut pada pergelangan tangan cenderung aman. Hal yang harus diperhatikan adalah jangan gunakan ikat rambut jika ada luka atau iritasi pada pergelangan tangan, gunakan ikat rambut yang longgar, serta menjaga kebersihannya dengan cara dicuci secara teratur atau diganti secara berkala. (Dinda Rizky Amalia Siregar)

Pakai Masker Boleh Gaya, Biar COVID-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: