Tren Perampokan Bank di Brasil, Para Bandit Ikat Sandera di Atas Mobil

·Bacaan 3 menit

Sejumlah bandit mengikat tawanan mereka di atas mobil yang digunakan untuk melarikan diri setelah merampok sebuah bank di Kota Aracatuba, Brasil.

Kepolisian mengatakan setidaknya tiga orang tewas terbunuh, termasuk salah seorang tersangka.

Perampokan itu melibatkan lebih dari 50 orang yang terbagi ke dalam beberapa tugas, menurut aparat pemerintah. Ada yang memblokade jalan dengan membakar beberapa kendaraan dan ada pula yang menempatkan sejumlah bahan peledak di berbagai tempat.

Wali Kota Aracatuba, Dilador Borges, mengatakan kepolisian kesulitan beraksi.

"Polisi tidak bisa langsung menyerang, mereka tidak bisa mengonfrontasi [para bandit] karena terlalu banyak nyawa yang dipertaruhkan," kata Borges kepada Band TV.

Borges mengaku tidak tahu apakah para perampok telah membebaskan tawanan-tawanan, namun menurutnya aparat keamanan telah menguasai pusat kota.

Sang wali kota mengimbau warganya agar tetap berada di dalam ruangan karena ada potensi bahaya bahan peledak. Sekolah-sekolah pun ditutup pada Senin (30/08) waktu setempat.

Perampokan bank berskala besar semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Brasil. Sejumlah insiden bahkan menggunakan tawanan sebagai tameng hidup.

Bagaimana perampokan terjadi?

Sekelompok pria bersenjata berat menyerang tiga bank di pusat kota Aracatuba pada Senin (30/08) pagi waktu setempat.

Setelah merampok, para pria tersebut menjadikan sejumlah orang sebagai tawanan seraya mengepung kantor polisi militer.

Para anggota geng juga memblokade jalan-jalan masuk utama ke dalam kota dengan membakar beberapa kendaraan, sebagaimana dilaporkan media lokal.

Wartawan Record TV, Yuri Macri, mengunggah video dua mobil yang digunakan para bandit untuk melarikan diri. Pada atap dan kap mobil pertama terdapat masing-masing satu orang yang diikat. Adapun pada kap mobil kedua tampak seseorang sedang meringkuk.

Short presentational grey line
Short presentational grey line

Tayangan kamera pemantau yang diunggah ke Twitter memperlihatkan beberapa kendaraan melaju di tengah kota. Pada beberapa mobil terdapat orang-orang diikat di bagian kap. Ada pula satu orang yang tangannya terikat saat berdiri di atap mobil.

Short presentational grey line
Short presentational grey line

Sebagian warga kota mengaku mendengar suara tembakan senjata api dan ledakan.

Kepolisian mengonfirmasi bahwa satu orang tersangka dan dua orang lainnya telah meninggal dunia. Namun aparat belum merilis informasi tentang bagaimana mereka bisa tewas.

Kepolisian juga mengatakan dua tersangka telah ditahan.

Belum jelas berapa banyak uang yang diambil para perampok. Namun, sejumlah tayangan video memperlihatkan seorang warga tengah memunguti uang kertas di jalan.

Laman berita G1 melaporkan, geng bersenjata menggunakan beberapa drone untuk memantau pergerakan polisi dari udara.

Ini bukan pertama kalinya Kota Araçatuba diincar para perampok bank.

Pada 2007 lalu, sejumlah penjahat merebut kendali beberapa tempat strategis di kota, menyerang kantor polisi, dan memblokade jalan-jalan selagi merampok sebuah perusahaan keamanan swasta.

Perampokan menjadi tren

Perampokan yang direncanakan dengan rapi ini adalah bagian dari fenomena yang disebut Cangaco ”istilah yang dipakai untuk menggambarkan aksi kejahatan di Brasil pada era 1920-an dan 1930-an.

Kota-kota kecil hingga menengah menjadi incaran dalam aksi tersebut.

Menurut pakar keamanan, Guaracy Mingardi, perampokan berskala besar ini mulai intensif sejak 2015. Target para bandit adalah bank dan perusahaan yang menyimpan serta membawa barang-barang berharga.

Puluhan perampok terlibat dalam satu kali aksi. Banyak dari mereka bersenjatakan senapan mesin dan kadang kala bahan peledak.

Sebagian besar peristiwa semacam ini terjadi di Brasil. Namun ada satu insiden ketika kelompok bersenjata Brasil melakukan perampokan di negara tetangga, Paraguay.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel