Tren Perawatan Vagina di Klinik Kecantikan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setiap individu berhak mendapat kesehatan reproduksi yang baik, fungsi seksual yang semestinya, menurut dr. Eyleny Meisyah Fitri, Sp. KK, dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin. Ini bisa diupayakan salah satunya dengan melakukan perawatan vagina di klinik kecantikan.

"Yang dianggap tabu justru akan merugikan karena tidak pernah dibahas, tidak pernah terungkap, jadi enggak pernah tahu, ternyata ada lho solusinya," katanya dalam ZAP Premiere Private Client Gathering 2021 di bilangan Jakarta Pusat, Kamis, 28 Oktober 2021.

Ia menyebut bahwa perawatan ini bukan sesuatu yang absurd, namun merujuk pada sederet penelitian. dr. Eyleny mengatakan, berdasarkan tren global, permintaan perawatan vagina terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama dalam 10 tahun terakhir.

Dorongan utamanya, secara umum, mengarah pada kondisi setelah melahirkan dan perubahan seiring pertambahan usia. "Perempuan ingin menambah kepercayaan diri, mengurangi ketidaknyamanan dan kesulitan fungsional, serta meningkatkan kenikmatan seksual," ia memaparkan.

Identifikasi seseorang membutuhkan perawatan vagina, dr. Eyleny menyebutkan, di antaranya kurang merasakan sensasi, bahkan mengalami rasa sakit selama berhubungan seksual, iritasi yang ditandai rasa gatal dan sensasi terbakar, kondisi vagina terlalu kering, dan pH vagina cenderung rendah.

"Satu lagi cirinya adalah saat misalnya batuk atau tertawa terlalu kencang, air seni keluar sedikit tanpa bisa dikendalikan," imbuhnya.

Berkaca pada itu, ZAP Premiere menyoroti dua layanan perawatan vagina berbasis laser. Pertama, Laser Vagina Tightening (LVT). "Tindakan ini bermaksud menstimulasi remodelling kolagen dan sintesis serat kolagen di jaringan mukosa vagina," kata dr. Eyleny. "Hasil akhirnya diharapkan bisa mengetatkan vagina dan meningkatkan kenikmatan seksual."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Laser 4D Vagina

(Kanan ke kiri) CEO ZAP Fadhli Sahab, pelanggan ZAP Vonny Chandra, dr. Eyleny Meisyah Fitri, dan dr. Boyke Dian Nugraha di ZAP Premiere Private Client Gathering di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta Pusat, 28 Oktober 2021. (Liputan6.com/Asnida Riani)
(Kanan ke kiri) CEO ZAP Fadhli Sahab, pelanggan ZAP Vonny Chandra, dr. Eyleny Meisyah Fitri, dan dr. Boyke Dian Nugraha di ZAP Premiere Private Client Gathering di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta Pusat, 28 Oktober 2021. (Liputan6.com/Asnida Riani)

dr. Eyleny mengklaim layanan perawatan vagina ini aman dilakukan dengan rasa nyeri yang minimal dan bisa langsung beraktivitas. "Setelah sekali perawatan memang terlihat hasilnya, tapi supaya maksimal, disarankan melakukannya tiga sampai lima sesi dengan interval tindakan empat minggu," ucapnya, menambahkan bahwa prosedur dalam satu sesi berlangsung selama 15 menit.

Perawatan ini bisa dilakukan bila klien tidak sedang keputihan, hamil, atau menstruasi. "After treatment, pasien tidak boleh berhubungan seksual selama seminggu," imbuh dr. Eyleny.

Soal ketahanan hasil perawatan, rangkuman datanya bervariasi. Ada yang merasakan efeknya sampai lebih dari lima bulan, namun ada juga klien yang tetap menikmatinya hingga lebih dari 36 bulan.

Layanan perawatan vagina lainnya yang ditawarkan adalah Laser 4D Vagina. "Kalau LVT tadi fokus pada bagian dalam vagina, Laser 4D Vagina lebih kepada memperbaiki tampilan luarnya," tutur dr. Eyleny. "Jadi diharapkan lebih cerah dan lebih kencang."

Ada empat tahap laser dalam prosedur ini yang memanfaatkan Erbium YAG Laser dan Long Pulsed Laser. "Treatment ini tidak hanya menstimulasi pertumbuhan kolagen, tapi juga membuatnya punya susunan yang baik," tuturnya.

Interval tindakannya sama dengan LVT, namun prosedur ini dilakukan dalam waktu 30 menit, kata dr. Eyleny. Kendati bisa langsung beraktivitas setelah tindakan, klien disarankan tidak membasuh vagina dengan air hangat, tidak sauna, serta tidak menggosok area vagina atau mengoleskan bahan bersifat iritan.

"Tahap laser terakhir itu membuat pengelupasan di area tindakan, jadinya misalnya dioleskan bahan iritan, takutnya malah radang," tutur dr. Eyleny. "Tidak ada pantangan makanan, tapi disarankan untuk menghindari olahraga yang mengeluarkan banyak keringat selama tiga hari pascaprosedur."

Pemeriksaan Kembali Sebelum Tindakan

Ilustrasi Foto Vagina (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Vagina (iStockphoto)

Selain itu, dr. Eyleny mengatakan, sebelum perawatan vagina dilakukan, ada syarat lain yang harus dipenuhi klien. "Mereka harus melampirkan pap smear untuk menyatakan bahwa memang aman dilakukan prosedur tersebut," katanya.

"Pap smear aman, kami juga akan melakukan pemeriksaan kembali setelah itu. Lagi keputihan kah, ada kutil atau tidak, ada pendarahan atau tidak. Semua harus double check," ucapnya.

Ia mengatakan, bila dalam tahap pemeriksaan ada kondisi yang mengindikasi perawatan tidak bisa dilakukan, prosedur tidak akan dilanjutkan. "Klien akan disarankan untuk menyembuhkan dulu, misal keputihannya atau kondisi lain," tutur dr. Eyleny.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa perawatan bagian intim seperti vagina tidak kalah penting dari wajah. "(Vagina) tidak hanya memberi kesehatan secara fisik, tapi juga mental," tandasnya.

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel