Tren Susu Organik, Ini 3 Kebaikannya untuk Si Kecil

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tren makanan organik sudah lama digemari di berbagai negara seperti Eropa, Denmark, China, hingga MENA. Selain rasanya yang dinilai lebih segar dan enak, sumber dan proses pengolahannya pun terjamin bebas dari pestisida, dan hormon pertumbuhan lainnya yang dapat menimbulkan risiko intoleransi atau alergi.

Tren ini juga berkembang di wilayah Asia, khususnya Indonesia.

Menurut Euromonitor melalui publikasi Baby Food in Indonesia tahun 2020, perilaku ibu yang mulai berpindah ke produk pangan organik sebagai salah satu asupan pemenuhan nutrisi anak sehari-hari, seiring semakin tingginya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di masa kini.

Maka dari itu, Puregrow Organik hadir memberi opsi baru untuk asupan gizi yang terjamin bebas pestisida dan bebas hormon pertumbuhan bagi sang buah hati, dan berkomitmen penuh untuk mengedukasi gaya hidup organik sebagai salah satu gaya hidup yang lebih baik untuk si kecil

Susu organik membiasakan anak mengenal rasa alami susu tanpa tambahan sukrosa maupun perisa. Di sisi lain, pola asuh organik mengedepankan untuk orangtua lebih menyadari bahwa setiap anak unik dan berbeda sehingga membiarkannya tumbuh sesuai dengan kecepatannya masing-masing.

Gaya pola asuh organik (organic parenting) juga mengutamakan kedekatan alami (natural bond) antara orang tua dan anak-anaknya.

”Kami bangga, komitmen kami untuk mengenalkan gaya hidup organik diakui dengan mendapatkan penghargaan Pertama di Indonesia sebagai Susu Pertumbuhan Organik Pertama di Indonesia untuk anak usia 1-3 tahun,” tutur Head of Marketing, Anastasia Damayanti, dalam keterangan persnya, Senin, 21 Juni 2021.

Susu terbukti mengandung banyak nutrisi yang bagus untuk anak Anda, termasuk vitamin D, kalsium, dan protein. Sayangnya, terkadang mengandung bahan-bahan yang mungkin tidak begitu baik.

'Bahan tambahan' susu ini digunakan untuk membantu sapi menghasilkan lebih banyak susu dan dapat mencakup antibiotik, pestisida (digunakan pada pakan yang dimakan sapi), dan hormon pertumbuhan sintetis.

Namun, susu organik bebas dari tambahan ini. Susu organik juga seharusnya lebih baik untuk sapi, karena mereka memiliki akses ke padang rumput, daripada terjebak di tempat pemberian pakan. Tak heran, susu organik dibuat tanpa antibiotik, pestisida, dan hormon pertumbuhan sintetis.

Nah, agar lebih memahami, berikut manfaat susu organik bagi tubuh si kecil.

1. Menghindari Aditif

Susu organik berasal dari sapi yang tak diberi antibiotik tertentu untuk meningkatkan produksi makanan. Upaya untuk mengurangi penggunaan antibiotik dan membantu mengurangi perkembangan resistensi antibiotik yang ditambahkan ke pakan ternak atau air minum sapi.

Banyak antibiotik dianggap membantu hewan ternak menambah berat badan lebih cepat atau menggunakan lebih sedikit makanan untuk menambah berat badan. Nyatanya, itu tentu tak baik bagi susu yang dihasilkan oleh sapi.

2. Gizi lebih seimbang

Susu organik mengandung hanya 2 persen lemak, sangat rendah sehingga baik untuk menjaga berat badan ideal. Dan seperti kebanyakan merek susu non-organik, susu organik biasanya dipasteurisasi, diperkaya dengan vitamin D, dan merupakan sumber kalsium yang sangat baik.

3. Tanpa pestisida

Ketika Anda membeli susu organik, pada dasarnya Anda membeli susu dari sapi yang tidak diberikan hormon pertumbuhan sapi dan tanpa makan pakan yang diberi pestisida. Hewan ternak juga memiliki beberapa akses ke padang rumput.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel