Tri Rahmad Priadi Ungkap Perjuangan Persiraja Promosi ke Shopee Liga 1 2020

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Kiprah tim promosi Shopee Liga 1 2020, Persiraja Banda Aceh, sebenarnya patut ditunggu sebelum kompetisi ditangguhkan. Tim debutan Liga 1 ini menjalani tiga pekan awal yang meyakinkan.

Menahan imbang Bhayangkara FC, mencuri poin di kandang Madura United, hingga mempermalukan Persik Kediri merupakan rentetan hasil memukau Laskar Lantak Laju. Mereka punya nilai lima, sayangnya kompetisi harus berhenti akibat pandemi COVID-19.

Sedikit menengok ke belakang, Persiraja Banda Aceh memiliki perjalanan yang cukup panjang untuk bisa mentas ke Liga 1. Terutama kiprah menawan selama mengarungi kompetisi Liga 2 tahun 2019.

Tidak diunggulkan sejak awal, Persiraja nyatanya bisa konsisten hingga berhasil menyegel peringkat ketiga. Pada laga penentuan mereka mengalahkan Sriwijaya FC di partai perebutan tempat ketiga.

Ada satu pemain yang ikut berperan membawa Persiraja hingga pada posisi sekarang ini. Adalah bek senior, Tri Rahmad Priadi, pemain asal Padang yang punya andil dan punya tempat di Persiraja sampai saat ini.

Meski dikenal sebagai pemain kelas Liga 2 karena baru pertama mencicipi kasta tertinggi, Tri Rahmad Priadi nyatanya bisa bersaing dengan pemain lain yang lebih punya nama bahkan ekspatriat sekalipun seperti Adam Mitter.

Mantan pemain Persis Solo tersebut didatangkan oleh Persiraja saat Liga 2 2019 memasuki putaran kedua. Ia direkrut dari Cilegon United, dan keputusannya pindah terbukti tepat.

"Orang Persiraja yang pertama menelepon saya adalah manajer tim. Lalu saya tanya soal target, dan memang demikian targetnya. Sementara tim saya Cilegon targetnya bertahan di Liga 2," ujar Tri Rahmad dalam kanal YouTube Ichsan Maulana.

"Tentu karena atmosfer di Persiraja Banda Aceh bagaimana suporter, teriakan masyarakat Aceh untuk tim Persiraja. Terlebih target Persiraja saat itu ingin lolos ke Liga 1 dan Alhamdulillah bisa ikut mengantarkan tim ini promosi," katanya.

Betah di Persiraja

Pemain Persiraja Banda Aceh saat mengikuti sesi latihan di Stadion H Dimurthala Lampineung, Jumat (21/8/2020). Kompetisi Shopee Liga 1 musim 2020 rencananya akan kembali bergulir pada Oktober mendatang. (AFP/Chaideer Mahyuddin)
Pemain Persiraja Banda Aceh saat mengikuti sesi latihan di Stadion H Dimurthala Lampineung, Jumat (21/8/2020). Kompetisi Shopee Liga 1 musim 2020 rencananya akan kembali bergulir pada Oktober mendatang. (AFP/Chaideer Mahyuddin)

Kecintaannya dengan Persiraja begitu terasa di musim perdananya. Satu di antaranya momen adalah saat ia gagal mengeksekusi tendangan penalti melawan Persik Kediri di babak semifinal Liga 2 musim lalu.

Diakuinya tidak ada bentuk tekanan dari manajemen Persiraja untuk menyalahkannya. Namun ia justru mendapat suntikan moral dan motivasi untuk bangkit. Hingga terbukti ia mampu membayar kepercayaan di laga krusial perebutan tempat ketiga.

"Ada beberapa tim Liga 2 yang memberikan tawaran untuk saya seperti PSMS, Semen Padang, Persekat Tegal, kalau Liga 1 hanya Barito Putera. Tapi pertimbangan saya bertahan karena tim ini kekeluargaannya tinggi dan waktu bermain saya pasti lebih banyak," beber Tri Rahmad.

"Kalau saya harus pindah ke tim lain, belum tentu jadi pemain inti. Otomatis karier ke depan semakin sulit bisa berada di kompetisi kasta tertinggi," ungkap pemain berusia 31 tahun tersebut.

Di sisi lain, dirinya tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi di Persiraja. Pemain lokal Aceh sangat menjunjung tinggi kekeluargaan, cepat berbaur dan tidak ada persaingan yang negatif.

"Pemain belakang lainnya seperti Adam Mitter, Asep Budi, Luis Irsandi, atau Ganjar Mukti, mereka bisa saling mengisi satu sama lain dengan kualitasnya masing-masing. Tidak ada problem beradaptasi dengan mereka berbicara kinerja di lini belakang," jelas Tri Rahmad.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini