Tribut Tengil Rival Terkutuk Tony Ferguson ke Khabib Nurmagomedov

Satria Permana
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pensiunnya Khabib Nurmagomedov dari pentas Ultimate Fighting Championship, ditanggapi berbeda oleh rivalnya yang terkutuk, Tony Ferguson. Dia mengunggah sebuah video trailer jelang pertarungannya dengan Khabib yang seharusnya terjadi di UFC 223, 8 April 2018 silam.

Jelas, ini adalah video perpisahan dari Ferguson kepada Khabib. Tapi, yang jadi pusat perhatian adalah konten yang diproduksi Ferguson sebelum melayangkan salam perpisahan dengan Khabib.

Di instastory miliknya, Ferguson menyampaikan salam perpisahan dengan cara yang cukup provokatif. “Selamat tinggal, bodoh,” begitu salam perpisahan dari Ferguson di instastorynya.

Beberapa saat kemudian, Ferguson kembali mengunggah foto Khabib dan di sampingnya, ada Dustin Poirier. Dia kembali menyebut Khabib seorang yang bodoh dan Poirier dianggap tak layak berduel melawannya.

Baru, kemudian video trailer dari UFC 223 diunggah oleh Ferguson. Fokus ke lagu dalam trailer tersebut. Ferguson jelas punya maksud dengan mengunggah video tersebut.

Sebab, lirik lagu dalam trailer itu adalah, “There’s nowhere to hide” yang berarti, “Tak ada tempat untuk bersembunyi”. Ini bagai sindiran dari Ferguson kepada Khabib yang memutuskan pensiun dari pentas mixed martial arts profesional. Pun, captionnya juga provokatif, “CSO D’arceKnightRises”.

Wajar saja, karena Ferguson tak bisa memenuhi impiannya, bertarung melawan Khabib di oktagon UFC, seiring dengan pengumuman pensiun dari sang rival. Duel Khabib kontra Ferguson memang bagai kutukan.

Sudah lima kali, UFC menjadwalkan pertarungan keduanya. Tapi, tak pernah terjadi. UFC 223 sebenarnya direncanakan jadi momen mengakhiri kutukan tersebut. Tapi, Ferguson tiba-tiba cedera dan tak bisa berlaga memperebutkan sabuk juara kelas ringan yang kosong.

Kemudian, rencana ini coba direalisasikan di UFC 249. Sial, karena virus corona COVID-19 menyerang. Laga menjadi menggantung. Khabib terperangkap di Rusia dan tak bisa bepergian ke mana-mana.

Pada akhirnya, UFC mempertemukan Ferguson dengan Justin Gaethje. Momen ini, jadi petaka bagi Ferguson karena kalah dari Gaethje dan kehilangan kesempatan bertarung dengan The Eagles.

Ferguson masih bisa jadi juara di kelas ringan. Tapi, setidaknya dia harus berduel terlebih dahulu dengan salah satu pria di empat besar kelas ringan, seperti Conor McGregor, Dustin Poirier, hingga Gaethje. Baru, setelahnya tampil di partai perebutan sabuk.