Trio Bek Lokal Berkualitas yang Mulai Diabaikan Timnas Indonesia: Masih Jago dan Punya Pengalaman

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia ke depan bakal banyak dihuni pemain belakang naturaliasi. Setelah Elkan Baggott, akan ada beberapa nama yang bakal mendapatkan paspor Indonesia.

Seperti Jordi Amat dan Justin Hubner. Ini akan membuat para bek yang sempat jadi langganan Timnas Indonesia akan tersisihkan.

Seperti para jebolan bek Timnas Indonesia U-23. Hansamu Yama, Ryuji Utomo dan Andy Setyo. Padahal tiga pemain belakang ini dimasa mudanya diprediksi jadi bek tanggung saat masuk di level senior.

Timnas Indonesia sepertinya ingin membentuk tim yang lebih tangguh. Dengan mengambil para pemain keturunan Indonesia yang ada di Eropa.

Tapi di sisi lain, ini jadi pemacu para bek lokal untuk menaikkan standart permainannya. Sehingga mereka bisa bersaing dengan para pemain yang tampil di kompetisi Eropa.

Berikut tiga stoper lokal yang mulai terlupakan di Timnas Indonesia.

Hansamu Yama Pranata

Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama, mengamati rekannya saat melawan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama, mengamati rekannya saat melawan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bek yang satu ini sempat jadi langganan Timnas Indonesia sejak tahun 2016 silam. Sebenarnya Hansamu saat ini masih berusia 27 tahun. Artinya dia berada di usia emas.

Namun justru dia seakan terlupakan. Pemain Persija Jakarta ini terakhir membela Timnas Indonesia di tahun 2019 saat kualifikasi Piala Dunia Zona Asia.

Jadi, sejak Timnas Indonesia dilatih Shin Tae-yong, Hansamu seperti tak masuk kriteria. Justru pemain gaek Fachruddin Ariyanto yang lebih sering dipanggil.

Performa Hansamu sendiri sebenarnya pasca pandemi virus corona agak menurun. Dia tak selalu jadi pilihan utama. Musim lalu dia tampil dalam 19 pertandingan bersama Bhayangkara FC.

Tapi musim ini dia lebih banyak dapat kesempatan main bersama Persija Jakarta. Penampilannya juga tergolong apik. Dia bisa berkolaborasi dengan bek asing asal Republik Ceko, Ondrej Kudela.

Sebenarnya, sejak membela Timnas Indonesia U-19 tahun 2013, Hansamu digadang sebagai salah satu bek masa depan Indonesia. Posturnya yang lumayan tinggu untuk ukuran pemain Indonesia. D

ia tak hanya handal menghalau bola atas di daerah pertahanan sendiri. Tapi juga membahayakan gawang lawan saat timnya dalam kesempatan lewat bola mati.

Musim lalu, Hansamu mengemas dua gol bersama Bhayangkara. Namun di Timnas Indonesia, justru dia tersisihkan di usia emas.

Ryuji Utomo

3. Bek Persija, Ryuji Utomo, memainkan debutnya di SEA Games bersama Timnas Indonesia saat mengalahkan Kamboja 2-0. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
3. Bek Persija, Ryuji Utomo, memainkan debutnya di SEA Games bersama Timnas Indonesia saat mengalahkan Kamboja 2-0. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sebenarnya bek betubuh gempal ini sempat masuk daftar panggil Timnas Indonesia. Namanya juga masuk dalam skuat Piala AFF yang berlangsung akhir tahun 2021. Namun setelah itu Ryuji seperti menghilang dari dunia sepakbola. Karena dia harus menjalani operasi untuk pemulihan cedera.

Setelah pulih dari cedera, justru dia kehilangan posisinya. Baik di Timnas Indonesia maupun Persija Jakarta. Musim ini, Ryuji belum dapat kesempatan bermain. Paling apik, dia hanya tiga kali masuk line up sebagai pemain cadangan.

Sebenarnya, bek 27 tahun ini dikenal sebagai pemain tangguh. Badannya yang berisi membuatnya tidak mudah dilewati lawan. Tak jarang striker lawan sering kalah duel dengannya. Kengototan dan totalitasnya di lapangan selalu diperlihatkan.

Jika Ryuji sulit menemukan bentuk permainan di Persija, sepertinya dia akan sulit menembus Timnas Indonesia. Apalagi nantinya akan banyak bek lokal maupun naturalisasi yang akan dipanggil. Sebenarnya, Ryuji juga punya kelebihan lain. Dia punya jam internasional yang bagus. Karena dia sempat merantu ke Bahrain, Thailand hingga Malaysia.

Andy Setyo

Pemain Timnas Indonesia U-22, Andy Setyo, saat latihan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Jumat (22/11). Latihan ini persiapan jelang laga SEA Games 2019. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Timnas Indonesia U-22, Andy Setyo, saat latihan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Jumat (22/11). Latihan ini persiapan jelang laga SEA Games 2019. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dia merupakan mantan kapten Timnas Indonesia U-23. Posturnya lumayan ideal untuk pemain belakang. Andy juga punya ketenangan dan leadership. Namun itu tak cukup membuatnya dilirik Timnas Indonesia di tahun ini. Andy tercatat terakhir masuk Timnas Indonesia pada FIFA Matchday pertengahan 2021 lalu.

Sama seperti Hansamu, dia sempat diprediksi jadi bek handal masa depan Timnas Indonesia. Namun di usia 25 tahun, Andy mulai kesulitan menarik simpati pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Tepatnya sejak ada gelombang bek naturalisasi, Andy mulai terabaikan. Padahal dia kerap jadi pilihan utama di lini belakang Persikabo.

Andy punya kelebihan dalam hal intersep. Itu tak lepas dari ketenangannya membaca gerakan lawan. Musim ini, Andy tampil dalam 7 pertandingan bersama Persikabo. Meskipun banyak pemain asing keluar masuk, di sana Andy tetap dapat kepercayaan penuh