Trio Bomber Asing dengan Rapor Merah hingga Pekan ke-8 BRI Liga 1: Kapan Bisa Cetak Gol Nih?

Bola.com, Jakarta - Keberadaan pemain asing di sebuah kompetisi sepakbola, selau diharapkan meningkatkan reputasi dan kualitas kompetisi itu sendiri. Begitu pula dengan kompetisi BRI Liga 1 2022/23 yang memiliki puluhan pemain asing di dalamnya.

Dengan regulasi yang telah ditetapkan, setiap klub berhak mengontrak hingga empat pemain asing sekaligus. Dengan rincian, tiga pemain bebas dan satu pemain khusus asal Asia.

Demi meningkatkan performa tim, biasanya pemain asing yang dihadirkan selalu menempati posisi-posisi vital di masing-masing lini. Bek tengah, gelandang serang dan penyerang tengah masih menjadi favorit sejauh ini.

Berbicara soal penyerang tengah asing, mereka selalu dihadirkan untuk membuat perubahan instan bagi timnya. Dengan ketajamannya, mereka diharapkan mampu mendongkrak performa dan hasil tim secara keseluruhan.

Tetapi hingga pekan ke-8 BRI Liga 1 2022/23, terdapat tiga penyerang asing yang belum mampu mencetak gol. Alhasil, posisi klubnya di papan klasemen pun berada dalam posisi mengkhawatirkan.

Carlos Fortes

Ekspresi pemain PSIS, Carlos Manuel Dos Santos Fortes, setelah Wahyu Prasetyo mencetak gol kedua ke gawang Dewa United FC dalam lanjutan babak penyisihan Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Jumat (17/6/2022). (Bola.com/Bola.net/Arief Bagus)
Ekspresi pemain PSIS, Carlos Manuel Dos Santos Fortes, setelah Wahyu Prasetyo mencetak gol kedua ke gawang Dewa United FC dalam lanjutan babak penyisihan Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Jumat (17/6/2022). (Bola.com/Bola.net/Arief Bagus)

Carlos Fortes tentu saja jadi nama pertama dalam daftar ini. Pemain yang masih terdaftar sebagai pemain PSIS Semarang itu belum mencetak satu pun gol di kompetisi resmi musim ini lantaran mengalami cedera yang cukup parah.

Ia mendapatkan cederanya saat bertanding di laga pramusim bertajuk Piala Presiden 2022. Padahal produktivitasnya di depan gawang lawan sangat dibutuhkan oleh klub berjulukan Mahesa Jenar tersebut.

Tanpa seorang striker murni, PSIS pun terseok-seok di papan klasemen. Mereka pun sampai harus memecat pelatih Sergio Alexandre lantaran dianggap gagal dalam beberapa pertandingan awal musim ini.

Mychell Chagas

<p>Penyerang anyar PSS Sleman, Mychell Chagas. (Dok. PSS Sleman)</p>

Penyerang anyar PSS Sleman, Mychell Chagas. (Dok. PSS Sleman)

PSS Sleman yang merupakan 'tetangga' PSIS Semarang, juga mengalami hal serupa. Mychell Chagas yang diharapkan moncer justru tak mampu memenuhi ekspektasi yang dibebankan sejauh ini.

Dengan gelandang serang sekaliber Ze Valente, seharusnya ia bisa memulai membuka keran golnya sejak beberapa waktu lalu. Apalagi, pelatih Seto Nurdiyantoro hampir selalu memasangnya sebagai starter.

Tetapi apa yang terjadi di lapangan justru berbanding terbalik. Ia kesulitan menyatu dengan rekan-rekannya yang lain dan itu membuat PSS kesulitan membunuh pertandingan lantaran menggantungkan gol kepada gelandang mereka.

Joanderson

Striker Borneo FC, Matheus Pato duel dengan penyerang Persik, Joanderson. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Striker Borneo FC, Matheus Pato duel dengan penyerang Persik, Joanderson. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Pembelian gagal lainnya dialami Persik Kediri. Posisi mereka di urutan paling buncit juga diikuti dengan catatan klub paling seret mencetak gol. Bayangkan saja, mereka baru menceploskan tiga gol saja dalam delapan laga yang sudah dijalani.

Joanderson yang dihadirkan untuk menggantikan peran Youssef Ezzejjari jelas memikul tanggung jawab lebih terkait hal ini. Sebagai goal getter asing, ia diharapkan mampu menjadi solusi kebuntuan timnya.

Nah yang terjadi adalah pemain asal Brasil ini belum bisa menunjukkan ketajamannya. Bila ia tak ingin ditendang di bursa transfer pertengahan musim, ia harus bergegas mencetak keran golnya dan membantu Persik naik ke posisi yang lebih baik

Yuk Tengok Kiprah Tim Favoritmu Musim Ini