Trio Lini Tengah Persebaya yang Sanggup Rusak Kreativitas Persib: Ciri Permainan Ngeyel, Ngosek, dan Wani Khas Bajul Ijo

Bola.com, Surabaya - Persib Bandung tengah menikmati masa bulan madu dengan Luis Milla. Pelatih asal Spanyol itu mengubah peruntungan Maung Bandung setelah mengalami fluktuasi permainan di awal kompetisi. Namun, itu semua bisa sirna saat menghadapi Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-13 BRI Liga 1 2022/2023, Sabtu (10/12/2022)

Dalam empat laga terakhir, Dedi Kusnandar dkk. berhasil sapu bersih. Hebatnya lagi, mereka bahkan sempat merebut tiga angka penuh di markas Arema FC.

Pencapaian tersebut diiringi dengan peningkatan ketajaman mereka di muka gawang. Mereka berhasil mencatatkan 12 gol dalam empat laga. Ini berbanding jauh dengan tujuh laga sebelumnya yang hanya hasilkan 10 gol.

David da Silva pun kini semakin mendekati puncak daftar top scorer yang dihuni penyerang Borneo FC Samarinda, Matheus Pato dengan 12 gol. Pria asal Brasil itu hanya terpaut satu gol saja dari kompatriotnya.

Menghadapi Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/23 di Stadion Jatidiri, Semarang (10/12/2022) sore WIB, Persib tentu ingin melanjutkan catatan positif tersebut.

Namun, Persebaya Surabaya punya trio gelandang yang sanggup merusak mimpi indah mereka.

 

M. Hidayat

Gelandang Persebaya Surabaya, Muhammad Hidayat. (Bola.com/Aditya Wany)
Gelandang Persebaya Surabaya, Muhammad Hidayat. (Bola.com/Aditya Wany)

Pemain pertama di lini tengah Persebaya Surabaya yang bakal menjadi penghambat Persib mengalirkan bola ke lini serang adalah M. Hidayat. Pria asal Bontang itu merupakan salah satu gelandang bertahan terbaik di Liga 1 musim ini.

Dengan usia yang baru menginjak 26 tahun, Hidayat terbilang sangat matang dalam menghentikan serangan. Membaca arah permainan lawan merupakan salah satu kelebihannya.

Tak hanya itu, Hidayat pun terbilang jago dalam urusan membagi bola. Tak heran bila awal serangan Persebaya selalu bermula dari kakinya.

Andre Oktaviansyah

Pemain Timnas Indonesia U-16, Andre Oktaviansyah, di Piala AFF U-16 2018. (Bola.com/Aditya Wany)
Pemain Timnas Indonesia U-16, Andre Oktaviansyah, di Piala AFF U-16 2018. (Bola.com/Aditya Wany)

Untuk menemani Hidayat yang terbilang stylish, dibutuhkan partner yang mau melindunginya dalam bertahan. Andre Oktaviansyah jadi breaker yang tepat untuk menghancurkan kreativitas lini tengah Persib.

Walaupun memiliki postur yang terbilang mungil, jebolan Timnas Indonesia U-16 itu punya tenaga yang luar biasa. Ia bisa menjelajahi setiap jengkal lapangan tengah dan mengganggu lawan di dekatnya.

Ibaratnya, Persebaya Surabaya memiliki sosok Gennaro Gattuso dalam diri pemain berusia 20 tahun tersebut. Julukan Kobra tentu bukan tanpa alasan diberikan kepadanya.

M. Alwi Slamat

Pemain Persebaya Surabaya, Alwi Slamat (tengah) berusaha melewati pemain Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto dalam babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022 antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (13/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persebaya Surabaya, Alwi Slamat (tengah) berusaha melewati pemain Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto dalam babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022 antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (13/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Kapten Persebaya Surabaya, M. Alwi Slamat jadi nama terakhir yang melengkapi trio lini tengah Persebaya. Ketimbang kedua rekannya, Alwi memiliki peran yang lebih ofensif meski tak jarang ia juga turun jauh ke belakang.

Sebagai gelandang box-to-box, pemain asal Tulehu tersebut terhitung piawai melaksanakan tugasnya. Tak hanya memiliki kemampuan yang baik dalam bertahan, ia juga memahami ruang kosong yang ada di garis pertahanan lawan.

Ini yang membuatnya begitu berbahaya bagi Persebaya. Bila Persib tak mengawasinya dengan benar, bukan tak mungkin Alwi menjadi pembeda dengan umpan-umpan saktinya.

Persaingan di BRI Liga 1 2022/2023