Trivia Saham: Tengok Istilah Bid dan Offer saat Investasi di Pasar Modal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Investasi di pasar modal kini makin popular. Hingga Mei 2021, jumlah investor pasar modal mencapai 5,32 juta dari periode 2020 sebesar 3,88 juta.

Di saham, tercatat jumlah investor C-Best mencapai 2,40 juta hingga Mei 2021 atau naik 41,82 persen dari periode 2020 sebesar 1,69 juta. Bagi Anda yang baru masuk investasi saham mungkin menemui sejumlah istilah yang masih terasa asing.

Terkait istilah untuk investasi saham, ada kata bid dan offer yang perlu diketahui dan penting untuk dipahami sebelum transaksi saham.

Mengutip laman most.co.id, Minggu (4/7/2021), bid dan offer akan terpisah menjadi dua kolom berdampingan dengan angka yang berganti cepat seiring dengan fluktuasi harga transaksi saham.

Kata bid digunakan saat ingin membeli saham pada harga lebih rendah dibandingkan dengan last price. Saat transaksi, Anda diharuskan untuk memasukkan harga yang dikeluarkan untuk membeli saham tersebut. Hal ini juga disebut dengan bid price.

Sebaliknya, apabila Anda ingin menjual saham, akan melakukan offer untuk saham yang akan jual dan memasukkan harga yang ingin terima atas penjualan saham tersebut atau disebut dengan offer price.

Transaksi atas saham tidak akan langsung terjadi saat melakukan bit dan offer. Pada saat melakukan bid, Anda harus mendapatkan penjual yang menawarkan saham di harga bid price yang sudah Anda tentukan agar terjadi transaksi.

Namun, apabila Anda melakukan bid dalam jumlah yang besar, Anda juga harus menemukan penjual saham dengan volume besar.

Contoh

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Salah satu contoh, jika Anda ingin membeli saham A yang ditunjukkan dengan kode saham ABCD. Anda ingin melakukan bid dengan harga Rp 1.050 dan jumlah pembelian 100 lot.

Melihat situasi pasar di bawah ini, Anda bisa melihat terhadap sebanyak 39.254 antrean lot yang antre untuk membeli dengan harga saham.

Terlihat harga terakhir di pasar pada saat itu Rp 1.075. Jika Anda ingin membeli dengan cepat, Anda bisa melakukan pembelian di harga Rp 1075. Pilihan lainnya, jika dapat menunggu pada harga yang diinginkan, contoh Rp 1.060, order Anda akan terpenuhi jika terdapat penjual yang menjual pada harga bid price yang Anda inginkan.

Demikian sebaliknya, apabila Anda melakukan offer, Anda harus menunggu sampai ada pembeli yang ingin membeli sesuai dengan offer price yang Anda berikan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel