TRK apresiasi upaya pemerintah perkuat peran pabrikan lokal hulu migas

PT Teknologi Rekayasa Katup (TRK) mengapresiasi upaya pemerintah yang terus memperkuat peran perusahaan dalam negeri terhadap aktivitas industri hulu minyak dan gas bumi.

"Sebagai pabrikan lokal, kami siap membangun kerja sama dengan para pemangku kepentingan industri hulu migas dalam negeri guna memenuhi suku cadang yang dibutuhkan industri hulu migas," kata Direktur Utama Teknologi Rekayasa Katup Yon Ming dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Teknologi Rekayasa Katup merupakan pabrikan lokal dengan produksi utamanya bola katup (ball valve) yang sangat vital dalam operasional migas.

Valve digunakan untuk mengontrol jumlah aliran fluida minyak dan gas di lokasi eksploitasi. TRK telah mengantongi beragam sertifikasi, baik dari Pemerintah Indonesia maupun lembaga sertifikasi global seperti ISO dan America Petroleum Institute (API).

Yon Ming menegaskan bahwa pihaknya siap bersaing di level regional dalam ajang Oil and Gas Asia (OGA) yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13-15 September 2022.

TRK bersama 19 perusahaan lainnya termasuk operator migas atau kontraktor kontrak kerja sama dalam negeri akan mengikuti eksibis migas terbesar di Asia tersebut dengan menjadi bagian dari Indonesia Pavilion.

Dalam forum Oil and Gas Asia itu, Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya akan hadir satu atap dengan para pelaku industri hulu migas lokal dan nasional. Pemerintah memfasilitasi perusahaan dalam negeri untuk memperluas pasar di level regional melalui forum tersebut.

Direktur Utama Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) John Anis mengatakan pihaknya memainkan peranan kunci dalam kerjasama dengan mitra luar negeri, khususnya di bidang eksplorasi dan produksi migas.

PIEP merupakan operator dan pemegang participating interests di beberapa lapangan migas di Aljazair, Irak, Malaysia serta beberapa negara lainnya.

“Sebagai Subholding Upstream Pertamina, kami mencanangkan strategi partnership untuk sharing risk and cost serta technology and knowledge transfer,” ujarnya.

Sejak mendapatkan kontrak kerja sama di beberapa negara, PIEP berkomitmen mendukung ekspor pabrikan dalam negeri ke lapangan-lapangan operasi perseroan. PIEP juga siap membantu pabrikan lokal membuka market share dengan perusahaan KKKS internasional lainnya.

“Produk pabrikan unggulan dalam negeri memiliki kapasitas dan kapabilitas yang bisa digunakan di lapangan SHU Pertamina baik di dalam dan luar negeri. Hal ini sekaligus mendukung program pemerintah untuk memberdayakan produk lokal di kancah internasional,” kata John.

Lebih lanjut ia mengatakan peluang kerja sama business to business dengan contract holder di area operasi akan diupayakan untuk mendapatkan peluang masuk ke dalam Approved Manufacturer List (AML) di masing-masing operator.

Beberapa hal penting terkait asistensi dan pengawasan dari tim ahli PIEP perlu dilaksanakan agar pabrikan Indonesia dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung kinerja Pertamina di level internasional.

Baca juga: SKK Migas: Kian banyak industri lokal hulu migas "go global"

Baca juga: Pemerintah perlu kolaborasi masif guna mereformasi hulu migas nasional