Truk Tabrak Puluhan Orang, Warga: Jalan Sultan Agung Bekasi Sering Terjadi Kecelakaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kecelakaan maut melibatkan truk trailer menewaskan 10 orang di Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/8). Ternyata, jalan tersebut sudah sering terjadi kecelakaan. Mulai dari kecelakaan tunggal hingga kecelakaan lalu lintas yang melibatkan lebih dari dua kendaraan bermotor.

Ilah (59), pemilik warung yang berada di samping SDN II dan III Kota Baru mengatakan Jalan Sultan Agung Bekasi Barat tidak pernah sepi, termasuk ketika pada malam hari.

"Enggak ada sepinya ini jalan, kalau malam justru tambah ramai. Makanya sering ada kecelakaan. Pernah ada orang naik motor nabrak pinggir jalan sampai luka-luka," katanya, Kamis (1/9).

Ilah menceritakan detik-detik kecelakaan truk tersebut sebelum menabrak puluhan orang dan menara BTS depan SDN II dan III Kota Baru. Dia melihat dari kejauhan truk kontainer maut berjalan zig-zag. Dari belakang truk bernomor polisi N 8051 EA terdengar kencang suara klakson mobil.

"Saya dengar suara klakson terus-terusan, kencang banget suaranya. Mungkin itu suara klakson mobil yang di belakangnya, jadi ngasih tahu sopir truknya. Kalau saya lihat truknya jalannya emang sudah zig-zag," ucapnya.

Padatnya lalu lalang kendaraan di Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat membuat pemilik usaha yang berada di pinggir jalan juga merasa was-was. Mereka khawatir kendaraan akan menabrak tempat usaha mereka.

"Mobil sama motor kenceng banget kalau lewat jalan ini, sudah tahu jalannya ramai tali tetap kenceng. Setiap hari pasti ramai, kalau malam yang lewat rata-rata kendaraan besar," kata Aji (29) pedagang burung yang berada di samping SD.

Dia sangat setuju jika di depan sekolah dibangun jembatan penyeberangan, seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau SDN II dan III Kota Bekasi.

"Setuju banget kalau ada jembatan penyeberangan, jadi enggak khawatir kalau anak sekolah pulang, soalnya ini jalanan ramai banget. Perlu juga dibatasin kendaraan besar yang lewat, harusnya emang gak boleh lewat kalau pagi atau siang," katanya.

Kecelakaan truk kontainer menabrak tiang pemancar di Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Rabu (31/8) menyebabkan 10 orang meninggal dunia, empat di antaranya murid SD. Sedangkan yang mengalami luka-luka sebanyak 23 orang.

Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Salahuddin mengatakan kecelakaan maut truk trailer muatan besi tersebut diduga karena sopir mengantuk.

"Salah satunya, kondisi rem kendaraan yang dalam keadaan baik, tidak ada rem blong. Mesin juga terkendali secara bagus," katanya, di lokasi kejadian.

Menurut dia, kecelakaan ini diduga akibat kelalaian sopir. Truk muatan besi ini diperkirakan telah melakukan perjalanan yang cukup jauh. Berdasarkan pelat kendaraan truk trailer yang memiliki nomor polisi N 8051 EA. Nomor dengan awalan N merupakan identitas kendaraan dari Malang, Jawa Timur. [ray]