Truk Tangki Pengangkut LPG 15 Ribu Kilo di Aceh Bocor

Mohammad Arief Hidayat, Dani Randi (Banda Aceh)
·Bacaan 1 menit

VIVATruk tangki pengangkut gas LPG bocor di Kabupaten Pidie tepatnya di Jalan Medan-Banda Aceh, pada Jumat, 22 Januari 2021. Bocornya mobil tangki itu membuat warga yang berada di lokasi kejadian terpaksa menjauh.

Mobil pengangkut gas LPG itu awalnya datang dari stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) Pangkalan Susu, Sumatera Utara, untuk diantar ke SPPBE di Meulaboh, Aceh Barat.

Namun di tengah perjalanan tiba-tiba tangki sebelah kiri mobil bocor. Pengendara yang berada di belakang mobil pengangkut LPG itu memilih untuk memutar arah sehingga menimbulkan kemacetan.

Baca: Pemerintah Belum Tahu Strategi Penyaluran Elpiji Subsidi Tepat Sasaran

Kepala Polres Pidie Ajun Komisaris Besar Polisi Zulhir Destrian menyebutkan, kebocoran gas elpiji masih dilakukan penyemprotan oleh pemadam kebakaran. Karena tangki itu berisi penuh, gas masih terus keluar.

Polisi juga menutup sementara jalur Banda Aceh–Medan sembari menunggu petugas Pertamina untuk memeriksa penyebab kebocoran tangki.

“Untuk jalur arah Banda Aceh-Medan terpaksa kita tutup sementara dan mengimbau masyarakat agar menjauh dari TKP,” katanya saat dikonfirmasi.

Sementara itu Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional Sumatera bagian Utara, Taufikurachman, mengatakan mobil tangki dengan nomor polisi BK 9064 FA itu, dengan rute Medan menuju ke SPPBE di Meulaboh, sudah berhasil diamankan dan disterilkan dari muatan LPG.

Pertamina sudah mengirimkan tim teknis ke lapangan untuk menginvestigasi kejadian serta terus berkoordinasi dengan aparat setempat.

Pertamina memastikan saat ini kondisi sudah kondusif kembali. Meski bocor, distribusi LPG, kata dia, tidak mengalami kendala. “Karena Pertamina sudah melakukan upaya pengalihan distribusi LPG dari SPPBE terdekat,” katanya.