Trump bertekad perberat sanksi bagi Iran

Washington (AP) - Presiden Donald Trump pada Rabu (8/1) mengatakan pemerintahannya akan segera menerapkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan rudal Iran ke pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Irak.

"Sementara kita terus mengevaluasi opsi-opsi untuk menanggapi agresi Iran, Amerika Serikat akan segera menerapkan sanksi ekonomi tambahan sebagai hukuman bagi rezim Iran," kata Trump saat menyampaikan pidato, yang disiarkan televisi secara nasional. "Sanksi-sanksi hebat ini akan terus diterapkan sampai Iran mengubah sikapnya."

Belum ada kejelasan soal sanksi-sanksi apa yang akan dijatuhkan dan ancaman Trump itu membuat banyak kalangan bertanya-tanya bidang apa yang masih bisa dipakai AS untuk memberikan sanksi bagi Iran.

Pemerintah AS sudah menerapkan kembali semua sanksi AS, yang sempat dilonggarkan di bawah kesepakatan nuklir tahun 2015. Namun, masih ada celah untuk meningkatkan hukuman serta tekanan maksimal terhadap Iran. Beberapa pihak beranggapan bahwa Trump kemungkinan akan melakukan pemberlakuan kembali atau penguatan semua sanksi internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Badan-badan utama yang terlibat dalam penerapan sanksi, yaitu departemen Perdagangan, Luar Negeri, dan Keuangan, tidak mengungkapkan aksi apa pun untuk mencegah pihak-pihak yang ditargetkan mengambil langkah untuk mengelak dari sanksi.

Namun, pemerintah mempertahankan kewenangan luas untuk meningkatkan sanksi-sanksi AS yang sudah ada terhadap sektor keuangan, energi, perkapalan dan militer Iran. Pemerintah bisa mengincar pejabat-pejabat Iran dan keluarga mereka secara perorangan, termasuk dengan pembekuan aset dan larangan melakukan perjalanan.

Pemerintah juga bisa meningkatkan tekanan dengan mengancam orang-orang dan perusahaan negara asing bahwa mereka akan menghadapi hukuman sipil dan kejahatan AS kalau mereka berbisnis dengan kalangan Iran, yang ada dalam daftar sanksi. Kewenangan seperti itu disebut dengan otoritas untuk menerapkan "sanksi sekunder".

Richard Goldberg, penasihat soal langkah keras terhadap Iran yang hingga pekan lalu mengerjakan masalah-masalah Iran pada Dewan Keamanan Nasional, mengatakan asumsi bahwa pemerintah telah mencapai keterbatasan sanksi untuk diterapkan adalah perkiraan yang tidak benar. Menurut dia, masih banyak tekanan yang bisa diterapkan.