Trump dan Biden Tahan Diri Saling Ejek Selama Debat Capres AS

Daurina Lestari, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Debat pertama calon presiden AS antara calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan Presiden Donald Trump yang digelar pada akhir September lalu di Cleveland, Ohio, penuh kekacauan dan diwarnai dengan aksi saling ejek.

Debat tersebut digambarkan media AS seperti sebuah 'bencana' dan bahkan seperti 'pertunjukan', lantaran dipenuhi dengan interupsi dan penghinaan yang tak henti-hentinya. Trump adalah yang paling sering melakukannya.

Menurut analisis Fox News, Trump menyela Biden dan moderator Chriss Wallace sebanyak 145 kali, sedangkan Biden menyela Trump dan Wallace sebanyak 67 kali.

Lalu, bagaimana dengan debat ketiga yang digelar Kamis 22 Oktober 2020 waktu setempat?

Pada debat presiden kedua dan terakhir hari ini di Nashville, kedua kandidat pada umumnya menyampaikan pernyataan secara lebih teratur dan tak banyak mengganggu satu sama lain. Fox News bahkan menuliskan bahwa dalam debat final hari ini, baik Trump dan Biden terlihat menahan diri untuk saling ejek.

Baca juga: Debat Capres AS, Biden Sebut Trump Seharusnya Tak Lagi Jadi Presiden

Komisi Debat Presiden yang telah mengorganisasi kegiatan tersebut sebelumnya menetapkan peraturan baru yakni memasang tombol mute untuk mencegah para kandidat saling menginterupsi selama dua menit awal di bagian setiap segmen.

Komisi Debat Kepresidenan mengatakan, mikrofon masing-masing kandidat akan dibungkam, untuk memungkinkan kandidat yang lain menyampaikan pidato pembukaan di awal setiap segmen debat yang berdurasi 15 menit. Kedua mikrofon akan dihidupkan untuk memungkinkan dilakukannya debat langsung, setelah penyampaian pidato masing-masing.

Namun, ternyata selama 90 menit debat ketiga tadi tombol mute ternyata tidak dibutuhkan. (art)