Trump isyaratkan terbuka untuk pangkas hak manfaat di masa depan

WASHINGTON (AP) - Presiden Donald Trump dalam sebuah wawancara televisi Rabu mengisyaratkan bahwa dia bersedia mempertimbangkan untuk memangkas hak mendapatkan manfaat di masa depan nanti, sebuah langkah yang menandai perubahan sangat besar dalam pendiriannya selama kampanye menduduki Gedung Putih pada 2016.

Trump mengisyaratkan terbuka memangkas hak manfaat jaring pengaman sosial, seperti Medicare dan Jaminan Sosial, dalam wawancara dengan CNBC di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Sekalipun Trump berulang kali membicarakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, defisit anggaran federal membengkak karena pemerintahannya telah menekan pemotongan pajak dan menaikkan belanja pemerintah.

Ditanya apakah pemangkasan hak itu akan masuk agendanya, Trump menjawab, "Pada beberapa titik akan masuk."

Sewaktu masih menjadi calon penguasa Gedung Putih, Trump sama sekali berpendirian berbeda dari calon-calon presiden partai Republik lainnya ketika dia bersumpah menentang pemotongan Jaminan Sosial dan Medicare yang juga memastikan setiap warga Amerika mendapat jaminan kesehatan.

Dalam wawancara dengan CNBC, Trump menyebut penanganan pengeluaran untuk hak manfaat sebagai langkah "paling mudah dari semua hal" dan mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan mempermudah pengurangan belanja program.

"Yah, kita akan...kita akan lihat," kata Trump. “Kami juga memiliki aset yang belum pernah kita miliki. Maksud saya kita tidak pernah memiliki pertumbuhan seperti ini."

Diminta klarifikasinya atas wawancara itu, juru bicara Gedung Putih Judd Deere menegaskan tidak ada pemangkasan hak di bawah pemerintahan Trump, dan mengatakan presiden telah menjaga "komitmennya kepada rakyat Amerika yang paling rentan, terutama mereka yang tergantung kepada Medicare dan Jaminan Sosial."

Defisit anggaran diperkirakan akan mencapai 1 triliun dolar AS tahun ini, menurut proyeksi Badan Anggaran Kongres.

Belum lama dalam kampanye kepresidenannya, Trump mengatakan dia adalah Republiken yang berbeda, yakni Republiken yang tidak akan memotong Jaminan Sosial, Medicare atau Medicaid.

Janji Medicaid akhirnya ditinggalkan. Upaya gagal Republik dalam mencabut "Obamacare" juga membatasi pengeluaran federal utnuk program asuransi kesehatan negara bagian-federal bagi orang-orang berpenghasilan rendah.

Meskipun Gedung Putih membantah proposal tersebut tidak akan mengurangi manfaat untuk manula, para pemimpin kongres dari Demokrat dan kelompok rumah sakit besar mengecam rencana itu.

"Presiden telah menjelaskan bahwa dia ingin melakukan pemangkasan kejam anggaran Medicare dan Medicaid - hal yang ditentang keras oleh rakyat Amerika - dan hari ini dia mengatakan akan mencobanya lagi," kata Leslie Dach, ketua Protect Our Care.