Trump kecam pimpinan Partai Republik karena ingin abaikan vetonya

·Bacaan 4 menit

West Palm Beach (AFP) - Donald Trump yang vetonya untuk pertama kali dalam pemerintahannya terancam diabaikan, pada Selasa mengecam pimpinan Partai Republik di Kongres saat hubungan mereka memburuk menjelang dua pemilu Senat putaran kedua di Georgia yang dapat menentukan kendali Senat.

Trump yang berusia 74 tahun, dalam serangkaian cuitan dari resor Mar-a-Lago di Florida, tempat dia berlibur, menyerang mantan sekutu dekatnya Senator Mitch McConnell yang merupakan pemimpin Mayoritas Republik yang sangat berkuasa.

"'Pimpinan' Partai Republik yang lemah dan keletihan akan membuat RUU Pertahanan yang buruk itu disahkan," kata Trump tentang kemungkinan Senat mengesampingkan veto dia atas Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional.

"Langkah pengecut yang memalukan dan penyerahan total orang-orang lemah kepada Big Tech," kata Trump yang memveto RUU pertahanan itu sebagian karena tidak mencabut Pasal 230 yang merupakan undang-undang federal yang memberikan perlindungan dari permintaan tanggung jawab kepada perusahaan-perusahaan internet.

"Negosiasikan RUU yang lebih baik, atau dapatkan pemimpin yang lebih baik, SEKARANG JUGA!" kata dia. "Senat seharusnya tidak menyetujui NDAA sampai diperbaiki !!!"

McConnell mengabaikan cuitan-cuitan Trump dan menjadwalkan pemungutan suara guna mengesampingkan veto presiden atas RUU pertahanan itu Rabu pagi waktu setempat.

Namun Senator Bernie Sanders mengajukan keberatan prosedural yang akhirnya bisa menunda pemungutan suara hingga paling tidak Jumat.

Trump juga mengkritik penolakan McConnell dalam membolehkan pemungutan suara di Senat untuk menaikkan pembayaran paket bantuan virus corona kepada warga Amerika menjadi 2.000 dolar AS dari 600 dolar AS. Langkah ini sudah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Demokrat namun dengan dukungan bipartisan yang luas.

"Kecuali Partai Republik berkeinginan mati, dan itu juga hal yang benar untuk dilakukan, mereka harus secepatnya menyetujui pembayaran 2.000 dolar," kata Trump. "600 dolar TIDAK CUKUP!"

Sebagai teguran ganda terhadap presiden, McConnell keberatan menggelar pemungutan suara untuk menaikkan pembayaran langsung, selain juga menyerukan agar veto Gedung Putih atas RUU pertahanan untuk tahun fiskal 2021 agar ditolak.

DPR pada Senin memilih 322 melawan 87 suara guna mengesampingkan veto Trump atas RUU pertahanan senilai 740,5 miliar dolar AS di mana 109 anggota parlemen dari Partai Republik keluar dari barisan untuk berpihak kepada kubu Demokrat.

Mosi itu juga harus mendapatkan dukungan dua pertiga di Senat guna mengesampingkan hak veto presiden.

Dalam cuitannya Selasa, Trump juga mengecam pimpinan Republik karena tak mau mendukung tudingan tak berdasarnya bahwa dialah yang memenangkan pemilu 3 November melawan Demokrat Joe Biden.

"KITA BUTUH PIMPINAN REPUBLIK YANG BARU & ENERGIK," cuit dia.

"Bisakah Anda bayangkan jika Partai Republik merampok Pemilihan Presiden dari Demokrat - maka semua pintu neraka terbuka," kata dia. "Pimpinan Republik hanya menginginkan jalan yang paling sedikit perlawanannya.

"Para pemimpin kita (bukan saya, tentu saja!) Menyedihkan," kata dia. "Mereka hanya tahu bagaimana caranya kalah! P.S. Saya punya BANYAK Senator dan Anggota Kongres Terpilih. Saya yakin mereka lupa!"

Serangan Trump terhadap pimpinan Republik terjadi satu pekan menjelang diadakannya dua pemilu putaran kedua yang sangat penting di Georgia yang bakal menentukan apakah Partai Republik atau Demokrat yang mengendalikan Senat.

Trump dijadwalkan pergi ke negara bagian selatan itu 4 Januari untuk mengampanyekan dua kandidat Senat dari Partai Republik David Perdue dan Kelly Loeffler menjelang pemungutan suara sehari setelahnya.

Georgia telah menjadi negara bagian Republik yang andal tetapi negara bagian ini memilih Biden dalam pemilihan presiden, dan Perdue dan Loeffler terlibat dalam pertarungan ketat melawan dua calon dari Demokrat Jon Ossoff dan Raphael Warnock.

Pengesampingan veto terhadap DPR itu terjadi sehari setelah Trump menyerah kepada tekanan dan menandatangani paket bantuan dan stimulus virus corona senilai 900 miliar dolar AS yang juga pernah dia ancam untuk diveto.

Selama berhari-hari Trump mengancam untuk tidak menandatangani paket bantuan yang telah disepakati oleh menteri keuangannya sendiri dan mendapatkan dukungan bipartisan yang luas di Kongres.

Langkahnya yang mengejutkan terancam menutup sementara operasi pemerintah mulai Selasa dan merampas bantuan ekonomi jutaan bagi warga Amerika yang sangat dibutuhkan selama pandemi virus corona.

Trump akhirnya mundur karena tekanan bipartisan dan menandatangani RUU paket bantuan itu di Mar-a-Lago pada Minggu.

Presiden terpilih Biden pada Selasa menyebut pengesahan paket bantuan Covid itu sebagai "langkah ke arah yang benar" namun menyuarakan harapan anggota parlemen untuk berbuat lebih banyak lagi.

"Ini akan memenuhi sejumlah kalangan, tetapi jauh dari semua yang kita butuhkan demi memperbaiki tanggapan Covid. Ini adalah uang muka," kata Biden di Delaware setelah mendapatkan penjelasan singkat dari para pakar pandemi.

Menyerahnya Trump untuk menerima RUU paket bantuan, ancaman vetonya diabaikan dan hubungannya yang semakin tegang dengan pimpinan Republik adalah tanda-tanda terbaru dari kekuatannya yang tengah memudar ketika dia bersiap meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari.

Termasuk RUU pertahanan, Trump telah memveto sembilan RUU selama empat tahun di Gedung Putih. Kongres sebelumnya tidak bisa mengumpulkan suara yang diperlukan guna mengesampingkan veto-nya.

cl/st