Trump: Ledakan di Beirut Lebanon Semacam Bom

Syahrul Ansyari
·Bacaan 1 menit

VIVA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon, pada Selasa, sebagai suatu serangan. Menurut Trump, petinggi militer dan penasihat keamanan nasionalnya mengatakan kepadanya bahwa itu kemungkinan adalah sebuah bom.

"Saya bertemu dengan beberapa jenderal besar kita dan mereka sepertinya merasa itu adalah, ini bukan jenis ledakan yang disebabkan oleh produksi bahan peledak," kata Trump dalam konferensi pers Gedung Putih, seperti dilansir dari laman The Hill, Rabu, 5 Agustus 2020.

"Ini adalah sepertinya, menurut mereka, mereka tidak akan lebih baik daripada aku, tetapi mereka tampaknya berpikir itu adalah serangan, itu semacam bom," ujar Trump.

Baca juga: Ledakan Besar Guncang Lebanon, Perdana Menteri Kutip Alquran

Beirut diguncang ledakan besar pada Selasa malam waktu setempat. Menurut The New York Times, korban tewas sudah mencapai 78 orang dan sekitar 4.000 lainnya terluka.

Pemerintah Lebanon sedang menyelidiki penyebab ledakan tersebut. Namun, para pejabat menduga ledakan itu terjadi ketika sebuah gudang yang menyimpan bahan peledak terbakar.

The Times melaporkan bahwa sejumlah besar ammonium nitrat disimpan di tempat ledakan terjadi. Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menyebutkan, ledakan itu sebagai bencana dan berjanji akan meminta pertanggungjawaban mereka yang bersalah di pengadilan.