Trump melancarkan kampanye yang agresif, Biden menyerang lewat Covid

·Bacaan 4 menit

The Villages (AFP) - Donald Trump pada Jumat di Florida melancarkan tekanan sengit pada hari-hari terakhir demi terpilih kembali dengan bersikukuh Covid-19 tengah lenyap, sebaliknya kandidat terdepan Joe Biden menegaskan pesannya bahwa presiden telah melepaskan tanggung jawab dalam pandemi yang sebenarnya tengah melonjak.

Dengan 50 juta orang sudah memberikan suaranya dalam pemungutan suara dini, Biden unggul meyakinkan dalam jajak pendapat nasional, selain di sebagian besar negara bagian yang menjadi medan tempur suara seperti Florida yang biasanya menentukan pemenang pemilihan presiden AS.

Drama debat terakhir Trump-Biden yang disiarkan televisi Kamis dianggap tidak mungkin begitu saja membalikkan keadaan.

Tetapi Trump pernah mencetak kemenangan menakjubkan ketika dia mengalahkan favorit pemilu Hillary Clinton pada 2016 dan dia kini akan melancarkan serangkaian persinggahan kampanye yang melelahkan melewati negara bagian-negara bagi medan tempur suara untuk berusaha mengulangi pencapaian 2016 itu.

Dengan menyasar suara pemilih kaum lanjut usia yang secara politik kuat di Florida, Trump memulai dengan kampanye di komunitas pensiunan terkenal The Villages di mana dia mengatakan kepada khalayak bahwa semua yang dibicarakan Biden adalah "Covid, Covid, Covid" untuk berusaha "menakut-nakuti rakyat."

"Kita akan segera mengakhiri pandemi ini, wabah mengerikan ini," kata dia yang menegaskan pesan terus menerusnya bahwa virus sedang menurun dengan cepat, padahal faktanya jumlah kasus meningkat lagi dengan sudah lebih dari 220.000 warga Amerika meninggal dunia.

Merujuk peringatan Biden sebelumnya tentang "musim dingin yang gelap", Trump membalas: "Kita tidak sedang memasuki musim dingin yang gelap. Kita tengah memasuki belokan terakhir dan mendekati cahaya di ujung terowongan (sudah mendekati akhir)."

Dia kemudian beralih ke taktiknya sendiri dalam menakut-nakuti, dengan mengklaim bahwa Biden akan membiarkan gerombolan imigran ilegal yang disebutnya terdiri dari para "penjahat dan pemerkosa dan bahkan pembunuh."

"Joe Biden lebih mempedulikan orang asing ilegal dari pada warga negara senior (lanjut usia)," kata dia.

Pemberhentian berikutnya adalah Pensacola di Florida, dan pada Sabtu presiden akan menyalurkan suaranya sendiri di kediaman resminya di West Palm Beach.

Sisa akhir pekan akan dilewatkan Trump (74) dengan terus sibuk berkampanye di North Carolina dan Ohio pada Sabtu, kemudian New Hampshire pada Minggu, sebelum serentetan kampanye yang lebih banyak lagi pekan depan.

Trump mengatakan bahwa menjelang 3 November dia akan berkampanye "lima atau enam hari."

Biden, seperti sepanjang kampanye 2020 yang diganggu oleh virus corona, tetap tidak menonjolkan diri. Tetapi bahkan tokoh Demokrat berusia 77 tahun itu meningkatkan aktivitas pada saat-saat terakhir.

Di negara bagian asalnya, Delaware, dia memberikan pidato tentang pemulihan ekonomi dari pandemi, mengecam catatan Trump dan bersumpah -seperti halnya Trump - bahwa dia akan memberikan vaksin virus corona yang aman kepada semua yang menginginkannya.

"Kita sudah melihat dia menolak bertanggung jawab atas krisis yang seharusnya dihadapi dengan kepemimpinan presiden sejati," kata Biden. "Kita melihat dia mengabaikan rasa sakit yang dirasakan oleh begitu banyak rakyat Amerika."

"Kita sudah lebih dari delapan bulan mengalami krisis dan presiden masih juga belum punya rencana," kata Biden. "Dia menyerah. Dia meninggalkan Anda, keluarga Anda, Amerika. Dia hanya ingin kita mati rasa dan pasrah menghadapi kengerian."

Pada Sabtu, Biden akan melakukan perjalanan ke Pennsylvania yang seperti Florida berada pada tingkat teratas negara bagian yang menentukan pemilu nasional.

Barack Obama yang kepada siapa Biden menjabat wakil presiden, akan meminjamkan kekuatan bintangnya di Demokrat dengan berkampanye Sabtu dengan rapat umum di Miami.

Kampanye Trump telah dijungkirbalikkan oleh krisis virus corona yang menurut mayoritas pemilih gagal dia atasi dengan baik.

Selain bencana nasional, upaya Trump guna terpilih kembali telah dihambat oleh perilakunya sendiri yang gampang berubah-ubah dan sering bertemperamen buruk.

Pada debat terakhir yang disiarkan televisi pada Kamis di Nashville, presiden beralih ke pemimpin yang lebih ceria dan membumi yang sejak lama diharapkan para pembantunya ditampilkan kepada rakyat Amerika.

Mungkin yang paling mengejutkan adalah relatif sopannya debat itu dibandingkan dengan debat pertama yang rusuh bulan lalu ketika Trump terus menerus menginterupsi Biden.

Kali ini, Trump menyebut lawannya dari Demokrat dengan "Joe" dan bahkan memuji moderator Kristen Welker dari NBC News, yang memegang tombol mute untuk menjaga ketertiban debat.

"Saya kira saya telah berdebat dengan baik," kata Trump, Jumat. "Ini dua gaya yang berbeda. Saya bisa melakukan gaya berbeda-beda."

Tetapi apakah pergeseran dari pola biasanya yang penuh hinaan, keluhan dan teori konspirasi ini akan cukup pada tahap ini -atau apakah akan terus terjadi sampai akhir pekan terakhir- adalah masih dipertanyakan.

Sekalipun menampilkan citra yang lebih cerah, tim Trump berharap debat Kamis itu bisa merusak Biden dengan tuduhan kotor dan bersumber meragukan bahwa dia diuntungkan oleh kesepakatan bisnis asing yang dilakukan oleh putranya saat dia bertugas di Gedung Putih.

Namun, serangan itu sebagian besar gagal, ketika Biden tidak hanya menangkis tuduhan tetapi juga menegaskan bahwa pertanyaan-pertanyaan serius membesar di seputar Trump sendiri, termasuk kepemilikan sebuah rekening bank di China dan kegagalan dia menerbitkan laporan pengembalian pajaknya di AS.