Trump mendapat dorongan dari penetapan hakim baru MA beberapa hari jelang pemilu AS

·Bacaan 4 menit

Washington (AFP) - Kampanye keterpilihan kembali Presiden Donald Trump dalam pemilu yang tengah kesulitan mendapat dorongan pada Senin setelah konfirmasi calon hakim Mahkamah Agung pilihannya yang akan memiringkan lembaga legislatif tertinggi AS itu ke kanan dan memastikan warisan yudisialnya dalam kemenangan penting bagi kaum konservatif Amerika.

Senat yang dikendalikan Partai Republik mengangkat Amy Coney Barrett ke jabatan seumur hidup dengan suara 52 berbanding 48, menuntaskan proses yang cepat dan sangat kontroversial yang menjadikan dia sebagai hakim konservatif keenam, dan hakim ketiga yang dipilih Trump, di pengadilan tertinggi beranggotakan sembilan hakim itu.

"Ini adalah hari penting bagi Amerika, untuk Konstitusi Amerika Serikat dan untuk aturan hukum yang adil dan tidak memihak," kata presiden, yang berdiri di samping Barrett, sebelum menatap berseri-seri kepada anggota parlemen dan lainnya yang berkumpul di South Lawn, Gedung Putih.

Barrett (48) memastikan warisan yudisial konservatif yang kuat untuk Trump yang juga mampu menunjuk puluhan hakim sayap kanan muda ke pengadilan federal dalam empat tahun masa jabatannya.

Demokrat marah atas proses konfirmasi seorang hakim agung yang sangat dekat dengan masa pemilihan presiden, dan memperingatkan bahwa Barrett mungkin akan memilih membatalkan putusan penting pada 1973 yang melindungi hak aborsi atau dalam memberikan perawatan kesehatan kepada jutaan warga Amerika.

Tetapi Barrett yang mengambil sumpah konstitusional pada seremoni Senin malam menyatakan bahwa dia akan memisahkan keyakinan pribadinya dan tugasnya di pengadilan

"Saya akan mengerjakan tugas saya tanpa rasa takut atau pilih kasih, dan ... saya akan melakukannya secara independen dari kedua cabang kekuasaan dan preferensi saya sendiri."

Dengan tinggal delapan hari menjelang pemilu 3 November, konfirmasi ini menandai kemenangan tak terbantahkan bagi sang presiden pada saat dia berkampanye di negara bagian-negara bagian medan tempur suara dalam upaya terakhirnya merebut kembali pijakan guna melawan Demokrat Joe Biden.

Tetapi masih harus dilihat lagi apakah hal itu bisa menjadi pengubah permainan bagi presiden dari Partai Republik yang dituduh oleh lawan-lawannya menyerah dalam perang melawan Covid-19 dengan jajak pendapat menunjukkan pemilih sangat tidak setuju dengan tanggapan terhadap pandemi yang dia lakukan.

Trump membantah menyerah pada Senin pagi ketika dia mendarat di negara bagian Pennsylvania untuk melancarkan tiga kampanye dan menegaskan, meskipun ada lonjakan infeksi baru, pandemi itu sedang memudar.

"Kita benar-benar sedang mengitari tikungan,” kata dia di Allentown.

Tetapi sang presiden mengkhianati rasa frustrasinya atas krisis kesehatan yang menyeret harapannya terpilih kembali, dengan cuitan yang mengeluhkan liputan media yang cuma "COVID, COVID, COVID, sampai Pemilu."

Sementara konfirmasi Barrett memberikan pengalihan yang membahagiakan bagi Trump, virus corona tetaplah hadir.

Lebih dari 225.000 warga Amerika meninggal dunia, kasus-kasus bertambah di beberapa negara bagian dan harapan telah meredup bahwa paket bantuan virus corona bernilai triliun dolar dapat diloloskan Kongres sebelum Hari Pemilu.

Kegelisahan terhadap kebangkitan kembali pandemi berdampak negatif ke bursa saham di mana indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 2,3 persen yang merupakan sesi terburuk dalam beberapa pekan.

Trump tetap merasa menang dengan memuji catatan ekonomi yang dicapainya, dengan mengatakan para pemilih memiliki "pilihan antara pemulihan super Trump atau depresi Biden."

Memperumit argumen Trump bahwa Amerika memiliki keunggulan dalam melawan virus, kepala stafnya Mark Meadows pada Minggu mengakui bahwa "kami tidak akan mengendalikan pandemi," dan bahwa fokusnya kini adalah kepada mitigasi.

Pernyataan Meadows menuai teguran dari kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus yang mengingatkan adalah "berbahaya" menyerah dalam upaya memberantas virus corona.

Sementara itu Biden dalam persinggahan kampanyenya yang mengejutkan pad Senin di sebuah tempat pemungutan suara di Chester, Pennsylvania, menyambar "pengakuan mematikan" dari Gedung Putih tersebut.

"Intinya Donald Trump adalah presiden yang paling buruk -orang yang paling buruk- yang berusaha memimpin kita melewati pandemi ini," kata Biden.

Sebelumnya Biden mengatakan Trump mengesampingkan telah mengibarkan "bendera putih kekalahan" dan berharap virus yang telah mencatat rekor untuk kasus baru dalam beberapa hari terakhir dengan hampir 90.000 orang terinfeksi Sabtu, akan hilang dengan sendirinya.

Biden (77) menggelar kampanye tatap muka yang jauh lebih berhati-hati ketimbang Trump karena kekhawatiran virus corona.

Namun dia mengatakan dia akan keliling kampanye dalam beberapa hari mendatang mulai Selasa di Georgia, negara bagian merah (dikuasai Republik) yang mendadak dimainkan, diikuti oleh medan-medan tempur suara di Florida, Iowa dan Wisconsin.

"Dalam 8 hari, kita akan mengambil kembali demokrasi kita," cuit sang mantan wakil presiden,yang memimpin Trump dalam jajak pendapat baik secara nasional maupun di setengah lusin medan tempur suara utama, termasuk Pennsylvania.

Hingga Senin, 64 juta warga Amerika -yang mewaspadai bahaya kesehatan di tempat pemungutan suara yang ramai dan disemangati oleh pemilu kali ini yang dianggap sangat penting- telah memberikan suara secara dini, jauh melebihi total 58 juta surat suara pra-pemilu yang diberikan pada 2016.

"Banyak dari apa yang sudah kita lakukan dalam empat tahun terakhir akan dibatalkan, cepat atau lambat, sampai pemilu berikutnya," kata Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, Minggu.

Tetapi pada Senin ketika Demokrat meratapi penetapan Barrett dengan menyebutnya sebagai langkah yang "tak bisa dibenarkan" yang akan menghancurkan kredibilitas Partai Republik, McConnell bicara terus terang.

"Anda tak bisa memenangkan semuanya," kata pemimpin Republik itu dalam pidato di parlemen, "dan pemilu memiliki konsekuensi."

mlm/ft