Trump menyatakan Mesir dapat 'meledakkan' bendungan Ethiopia

·Bacaan 2 menit

Washington (AFP) - Presiden AS Donald Trump pada Jumat menyuarakan kemarahan kepada Ethiopia atas pembangunan bendungan besar di Sungai Nil dan tampaknya mengisyaratkan bahwa Mesir mungkin saja menghancurkan bendungan itu.

Trump membuat pernyataan itu ketika dia mengumumkan kesepakatan terobosan normalisasi hubungan antara Israel yang menjadi sekutu AS dengan Sudan yang seperti Mesir khawatir Ethiopia akan menggunakan sumber daya air yang langka itu.

"Ini situasi yang sangat berbahaya karena Mesir tidak akan bisa hidup seperti itu," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval dengan para pemimpin Sudan dan Israel melalui pengeras suara telepon.

"Mereka pada akhirnya akan meledakkan bendungan. Dan saya mengatakannya dan saya mengatakannya dengan keras dan jelas - mereka akan meledakkan bendungan itu. Dan mereka harus melakukan sesuatu," kata Trump.

"Mereka seharusnya menghentikannya jauh sebelum dimulai," kata Trump, menyesali bahwa Mesir berada dalam kekacauan domestik ketika proyek Grand Ethiopian Renaissance Dam dimulai pada 2011.

Trump - sekutu dekat jenderal Mesir yang menjadi presiden Abdel Fattah al-Sisi - telah menyetujui permohonan Kairo untuk menjadi penengah untuk krisis bendungan tersebut, dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin memimpin pembicaraan.

Departemen Luar Negeri pada September mengatakan menghentikan bantuan ke Ethiopia karena keputusannya untuk mulai mengisi bendungan meskipun tidak mencapai kesepakatan dengan negara-negara hilir.

"Saya telah membuat kesepakatan untuk mereka dan sayangnya Ethiopia melanggar kesepakatan, yang seharusnya tidak mereka lakukan. Itu kesalahan besar," kata Trump.

"Mereka tidak akan pernah melihat uang itu kecuali mereka mematuhi perjanjian itu," kata dia.

Ethiopia mengatakan bahwa proyek senilai 4 miliar dolar AS itu sangat diperlukan untuk kebutuhan elektrifikasi dan pengembangannya dan telah menyuarakan harapan untuk mulai beroperasi awal 2021.

Mesir tergantung kepada Sungai Nil untuk sekitar 97 persen irigasi dan air minumnya.

Perdana Menteri Sudan Abdulla Hamdok, ditanya oleh Trump melalui speaker telepon tentang bendungan itu, menyuarakan penghargaan untuk diplomasi AS dan mengatakan pemerintahnya menginginkan "solusi bersahabat yang segera" di antara ketiga negara.