Trump Minum Obat Antimalaria Demi Cegah Corona Berisiko Botak

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara

VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonsumsi obat anti-malaria kontroversial yang disebut dengan hydroxychloroquine untuk mencegah dirinya tertular virus Corona COVID-19. Namun dia akan sangat terkejut apabila tahu efek samping dari obat, yang telah dikonsumsinya selama satu minggu tersebut.

Hydroxychloroquine hanya disetujui untuk mengobati lupus dan rheumatoid arthritis di mana Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) memperingatkan agar tidak mengonsumsi obat itu tanpa resep karena dapat menyebabkan masalah jantung.

Mungkin yang akan lebih mengkhawatirkan bagi presiden dan rambut pirang uniknya adalah beberapa efek samping hydroxychloroquine yang menyebabkan sakit kepala, mual, sakit perut, ruam kulit, gatal bahkan rambut rontok.

Dalam keterangan pers di Gedung Putih, Trump mengaku tim dokter tidak merekomendasikan obat itu tetapi dia tetap memintanya. Trump menepis kekhawatiran tentang efek samping obat, dan mengklaim banyak pekerja medis garda terdepan yang meminumnya.

"Saya mulai meminumnya karena saya pikir itu bagus. Saya telah mendengar banyak cerita bagus," kata Trump dikutip Metro, Rabu 20 Mei 2020.

Menanggapi hal ini, Trump dikritik oleh para petugas medis dan politisi termasuk Ketua DPR AS Nancy Pelosi yag mengatakan bahwa Trump sangat gemuk dan bisa berisiko bila mengonsumsi obat keras itu . "Dia adalah presiden kita dan dia seharusnya tidak mengonsumsi sesuatu yang belum disetujui oleh para ilmuwan. Terutama dalam kelompok usianya. Jadi saya pikir itu bukan ide yang baik," ungkap Pelosi. 

Baca juga: Arab Saudi Lockdown Penuh Saat Idul Fitri