Trump pada musim dingin: delapan hari bermain golf, mencuit dan marah

·Bacaan 3 menit

West Palm Beach (AFP) - Presiden Donald Trump mengakhiri liburannya di resor Florida, Kamis, dengan terisolasi, marah dan menolak menyerahkan pusat panggung meskipun membuat agak berpura-pura memerintah lagi negara.

Dua bulan setelah kalah dari Joe Biden dalam pemilihan presiden AS, Trump yang berusia 74 tahun masih menolak mengakui kekalahannya.

Dia menghabiskan delapan hari terakhir di resor Mar-a-Lago-nya untuk bermain golf di Trump International Golf Club dan melepaskan cuitan penuh marah.

Trump memperluas hinaannya di luar sasaran dia biasanya, yakni media "berita palsu" dan Demokrat.

Mahkamah Agung yang tiga orang hakimnya dia pilih? "Benar-benar tidak kompeten dan lemah."

Pimpinan Partai Republiknya? "Menyedihkan."

Gubernur Republik Georgia? "Bencana total."

Sasaran lain kata-kata kasarnya? FBI, jaksa agung, halaman editorial Wall Street Journal, dan sebagainya.

Selama liburannya di Florida, Trump juga tidak biasanya tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan kepada belasan wartawan yang menemani dia ke Sunshine State di Gedung Putih.

Keheningan itu sangat kontras dengan empat tahun terakhir di mana Trump royal memberikan sesi tanya jawab dengan wartawan.

Di halaman Gedung Putih, saat menumpang Air Force One, di atas karpet merah, dan di tempat lain, Trump jarang bisa melawan godaan kamera televisi dan mikrofon yang menunggunya.

Tidak pada akhir 2020.

Setelah bertahun-tahun dengan bangga menampilkan berbagai RUU dan dekrit yang baru saja dia tanda tangani kepada kamera televisi, Trump membubuhkan tanda tangannya Minggu untuk paket bantuan virus corona besar-besaran yang luput dari perhatian masyarakat.

Trump awalnya mengancam akan memveto RUU paket stimulus senilai 900 miliar AS yang ditunggu-tunggu yang disahkan oleh dukungan bipartisan itu sebelum akhirnya batal dan menandatangani RUU itu tanpa memperoleh konsesi apa pun.

Gambar-gambar terakhir liburan presiden Trump akan menjadi foto-foto dirinya yang diambil dari kejauhan tengah bermain golf dengan mengenakan kemeja polo putih dan topi bisbol merah bertuliskan "Make America Great Again".

Gedung Putih menegaskan bahwa meskipun Trump tidak merencanakan acara publik di Mar-a-Lago, dia akan bekerja "tanpa mengenal lelah".

"Menjelang musim liburan, Presiden Trump akan terus bekerja tanpa lelah demi Rakyat Amerika. Jadwalnya meliputi banyak pertemuan dan panggilan," kata Gedung Putih.

Pada saat Amerika Serikat, seperti banyak negara lainnya, menghadapi lonjakan suram kasus virus corona, Trump tak mengatakan apa-apa soal pandemi kecuali menyalahkan para pejabat negara bagian atas keterlambatan penyaluran vaksin.

Pada hari terakhir dia berikutnya di Florida, Amerika Serikat mencatat rekor tertinggi kematian dalam jangka 24 jam sebanyak 3.927 jiwa.

Trump kembali ke Washington Kamis sore setelah mempersingkat liburannya dan memutuskan pada menit terakhir untuk melewatkan pesta Malam Tahun Baru yang mewah di Mar-a-Lago.

Dia masih memiliki 20 hari tersisa di Gedung Putih.

Dan apa yang akan dia lakukan pada hari-hari terakhirnya menjabat? Siapa yang akan dia beri grasi selanjutnya? Apakah dia akan menghadiri upacara pelantikan Biden pada 20 Januari?

Tidak ada yang tahu. Tetapi jelas upaya mati-matiannya dalam membatalkan hasil pemilihan presiden 3 November pasti gagal dan pengaruhnya menyusut.

Dan sebuah surat kabar yang menjadi salah satu pendukungnya yang paling bersemangat, New York Post, memberi tahu Trump sudah waktunya mengakui kekalahan.

"Hentikan Kegilaan," kata surat kabar milik Rupert Murdoch itu dalam judul berita utamanya Senin.

jca/cl/mjs

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel