Trump: Perhintungan waktu ancaman dari Soleimani tidak terlalu penting

Washington (Reuters) - Presiden Donald Trump, Senin (13/1), mengobarkan perdebatan atas keputusannya membunuh komandan Iran Qassem Soleimani, dengan mengatakan "tidak terlalu penting" soal apakah Soleimani menunjukkan ancaman yang akan segera dilakukan terhadap Amerika Serikat.

"Media Berita Palsu dengan Mitra-mitra Demokrat mereka sedang bekerja keras untuk menentukan apakah serangan mendatang oleh teroris Soleimani "akan segera terjadi' atau atau tidak, dan tim saya setuju," tulis Trump di Twitter.

"Jawaban untuk dua-duanya adalah tegas, YA, tapi tidak terlalu penting mengingat masa lalu dia yang buruk!"

Demokrat, yang sedang berupaya menggolkan rancangan undang-undang untuk mengekang wewenang Trump dalam mengobarkan perang dengan Iran tanpa persetujuan parlemen, sangat tidak setuju.

"Anda tidak bisa mengambil tindakan militer terhadap negara lain tanpa sepengetahuan kongres, kecuali untuk mempertahankan diri dari serangan yang akan segera terjadi," kata Senator Demokrat Chris Murphy di Twitter.

"Sekarang jelas bahwa itu adalah tindakan ilegal. Tindakan itu juga membuat Amerika jadi kurang aman," katanya. Ia mengetahui ada laporan NBC News bahwa Trump tujuh bulan lalu mengizinkan pembunuhan Soleimani dilakukan.

Sejak membenarkan laporan bahwa Soleimani dibunuh melalui serangan pesawat nirawak AS di Baghdad, para pejabat pemerintah mengatakan mereka mengambil tindakan itu karena ada risiko di depan mata terkait serangan terhadap para diplomat serta personel pasukan Amerika di Irak dan di seluruh kawasan itu.

Soleimani adalah pemimpin Pasukan Quds Garda Revolusi, yang menangani operasi rahasia di luar Iran. Ia bekerja sama secara erat dengan kalangan milisi di kawasan, yang dituding sebagai pelaku serangan terhadap kepentingan-kepentingan AS.

Namun para anggota parlemen AS, termasuk dari kalangan Partai Republik dan Partai Demokrat, mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa memberikan bukti-bukti bahwa serangan akan segera terjadi.

Para legislator sesama anggota Partai Republik dengan Trump mendukung pembunuhan itu dengan mengacu pada masa lalu Soleimani. Mereka juga menuding kubu Demokrat mempermainkan politik. Hubungan antara kedua partai itu berada di persimpangan yang sangat tajam, mengingat pemungutan suara untuk memakzulkan Trump berlangsung tahun lalu di DPR, yang dikuasai Demokrat, dan persidangan akan digelar di Senat, yang dikuasai Republik.