Trump sempat keceplosan akui kalah pemilu

·Bacaan 4 menit

Washington (AFP) - Presiden Donald Trump memang belum mengaku kalah dalam pemilu AS. Tapi meski hanya sepatah kata, Trump sempat keceplosan mengakui kekalahannya.

Dalam cuitan Minggu pagi, Trump secara tidak sengaja mengakui kemenangan Joe Biden - sebelum kemudian dengan cepat berbalik arah untuk mengklaim dia menang, dan sekali lagi menyampaikan klaim penipuan pemilu massal yang tidak berdasar.

"Dia menang karena Pemilu dicurangi," cuit Trump.

Dua kata pertama, beberapa hari setelah kesalahan lisan di mana Trump mengatakan "waktu akan membuktikan" jika dia tetap menjadi presiden.

Tapi ia segera berbalik, mencuit: "Dia hanya menang di mata MEDIA BERITA PALSU. Saya tidak mengakui apa pun! Jalan kita masih panjang."

Presiden terpilih Biden meraih 306 suara Electoral College dalam pemilihan 3 November - 36 lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk memenangkan Gedung Putih, dan jumlah yang sama ketika Trump "telak" pada 2016.

Otoritas senior federal dan pemilihan negara bagian, termasuk agen keamanan dunia maya terkemuka dan 16 jaksa federal yang ditugaskan untuk memantau pemilihan, telah menolak klaim adanya kecurangan dalam pemilihan.

Namun, Trump terus bersikeras bahwa dia akan membuktikan penipuan dan yakin akan menang di pengadilan.

Sementara itu, para pemimpin dari hampir setiap negara di dunia telah memberi selamat kepada Biden atas kemenangannya, memperkuat anggapan bahwa hampir tidak ada - di Amerika Serikat atau di tempat lain - yang menanggapi serius tantangan hukum Trump.

Gugatan tersebut hampir secara universal dianggap tidak berdasar oleh hakim.

Sebagai reaksi terhadap cuitan Trump, kepala staf Biden yang baru ditunjuk, Ron Klain mengatakan kepada "Meet the Press" NBC bahwa itu adalah "konfirmasi lebih lanjut dari kenyataan bahwa Joe Biden memenangkan pemilihan."

"Kalau presiden (Trump) rsudah siap untuk mulai menyadari kenyataan itu, itu positif," katanya.

Biden sendiri bertemu pada Minggu di kampung halamannya di Wilmington, Delaware dengan penasihat pemerintahan transisinya, kata juru bicaranya.

Beberapa pejabat pemerintahan Trump mengatakan secara pribadi bahwa mereka memahami bahwa Biden menang, tetapi presiden perlu waktu untuk "memproses" kekalahannya.

Hal lain, beredar spekulasi bahwa Trump mungkin mencoba untuk menggembleng basis pendukungnya agar mendukung beberapa upaya komersial atau media di masa depan atau bahkan untuk mendukung pencalonan baru untuk jabatan pada 2024.

Hingga saat ini, Trump telah menolak untuk bekerja sama dalam peralihan ke pemerintahan Biden - menolak dana federal baik dari Demokrat untuk pekerjaan transisi.

Demokrat mengatakan ini dapat berdampak merusak, baik pada keamanan nasional maupun pada meningkatnya tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona.

"Joe Biden akan menjadi presiden Amerika Serikat di tengah krisis yang sedang berlangsung," kata Klain. "Itu harus menjadi transisi yang mulus."

Untuk saat ini, katanya, Biden dan timnya bahkan tidak diizinkan untuk berkonsultasi dengan seseorang seperti ahli imunologi pemerintah terkemuka Anthony Fauci.

"Tentu akan lebih baik" jika pembicaraan seperti itu dapat dimulai, kata Fauci kepada CNN pada Minggu, mencatat bahwa virus tersebut dapat membunuh puluhan ribu warga Amerika pada saat Biden menjabat pada 20 Januari. "Itu jelas."

Mantan presiden Barack Obama mengatakan kepada CBS "Sunday Morning" bahwa penundaan Trump dalam mengakui kemenangan Biden memiliki konsekuensi.

"Ada kerusakan yang akan ditimbulkan," kata Obama, menambahkan bahwa jutaan orang akan percaya ada penipuan - karena presiden selalu berkata begitu - dalam perkembangan yang merusak demokrasi.

Bernie Sanders, senator progresif yang sempat dicalonkan Partai Demokrat, menyebut penolakan Trump untuk menyerah berdasarkan klaim penipuan yang tidak berdasar merupakan "hal yang benar-benar memalukan dan tidak Amerika."

"Saya hanya berharap kepada Tuhan dia memiliki kesopanan dalam dirinya untuk bertindak dan berkata, 'Anda tahu apa? Kami berjuang keras, kami kalah dalam pemilihan, semoga sukses untuk Joe Biden,'" kata Sanders kepada CNN.

Sejumlah kecil namun semakin banyak tokoh Republik telah mulai mendesak agar Trump mengakui kekalahan.

Gubernur Republik Ohio, Mike DeWine, mengatakan kepada CNN bahwa Biden "pasti" adalah presiden terpilih, menambahkan, "Demi negara, penting untuk memulai transisi normal."

Dan mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, yang menjadi penentang Trump sejak meninggalkan pemerintahan, mengatakan kepada CNN bahwa penting bagi lebih banyak Partai Republik untuk membujuk Trump bahwa dia telah kalah dalam pemilihan yang adil.

Bolton menambahkan: "Saya tidak yakin kalau dia pergi dengan cara yang elegan. Saya berharap dia pergi."

Lebih dari 10.000 pendukung Trump pengunjuk rasa di Washington pada hari Sabtu untuk mendukung klaim kecurangan - berkumpul di Freedom Plaza Washington sebelum berbaris ke Mahkamah Agung.

Pada malam harinya, terjadi bentrokan ketika pendukung Trump dan pihak yang berlawanan.

Sedikitnya 20 orang ditangkap, kata laporan, termasuk empat orang karena pelanggaran senjata api dan satu karena penyerangan terhadap seorang petugas polisi.

Trump sendiri mengadakan perjalanan dengan iring-iringan kendaraan lapis baja untuk bermain golf, tersenyum melalui jendela limusinnya dan disambut sorak-sorai pendukung.