Trump tetap harapkan ada pakta senjata nuklir AS-Rusia-Cina

WASHINGTON (AP) - Gedung Putih belum membuat keputusan tentang apakah akan memperpanjang satu-satunya perjanjian yang membatasi kekuatan nuklir AS dan Rusia karena para pejabat pemerintah menginginkan waktu yang lebih banyak untuk membujuk China masuk pakta tiga arah pengawasan senjata.

China, yang siap untuk setidaknya menggandakan ukuran cadangan nuklirnya pada sepuluh tahun ke depan, belum secara terbuka menyatakan minatnya dalam pembicaraan semacam itu. Seorang pejabat senior pemerintah yang memberi pengarahan singkat kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat, mengatakan bahwa terus bungkamnya Beijing kain menimbulkan pertanyaan atas niatnya dan akan memaksa Amerika memperkuat kesiapan deterens dan militernya.

Pejabat pemerintahan Trump yang berbicara hanya dengan syarat anonim menurut aturan dasar Gedung Putih itu mengatakan AS dan Rusia mendukung gagasan melibatkan China guna mencegah perlombaan senjata nuklir yang berbahaya.

Sekutu-sekutu Amerika sendiri khawatir pemerintahan Trump tidak bisa menekan Moskow atas tawarannya memperpanjang perjanjian START Baru hingga lima tahun. Perjanjian yang mengatur jumlah senjata nuklir strategis AS dan Rusia itu akan berakhir pada Februari 2021.

"Sejauh ini -dan ini tidak mengagetkan- China tak tertarik pada pengawasan senjata," kata penasihat keamanan nasional Robert O'Brien awal pekan ini di Dewan Atlantik. “Mereka punya uang, dan mereka bergerak maju dengan amat cepat di setiap jenis platform canggih dan sistem senjata yang dikenal manusia, entah itu yang berbasis antariksa, berbasis siber, semua aneka ragam sistem kinetik."

"Saya kira kita berharap bahwa jika kita bisa bergerak maju bersama Rusia ... maka akan ada tekanan terhadap China, atau akan ada keinginan dari pihak China untuk tidak ... menanggung akibat dari perlombaan senjata."

Belum jelas benar berapa lama waktu pemerintahan Trump bersedia menunggu China agar terlibat dalam diskusi pengawasan senjata. Pada saat masa kadaluwarsa perjanjian semakin dekat, AS mungkin setuju memperpanjang START Baru guna memberi waktu yang lebih lama untuk memasukkan China ke perjanjian tiga arah, kata pejabat pemerintahan Trump itu.