Trump tunjuk mantan eksekutif farmasi sebagai ketua vaksin

WASHINGTON (AP) - Presiden Donald Trump akan menunjuk mantan eksekutif farmasi untuk memimpin upaya habis-habisan pemerintahannya dalam memproduksi dan mendistribusikan vaksin virus corona sampai akhir tahun ini.

Moncef Slaoui, mantan eksekutif GlaxoSmithKline, akan memimpin "Operation Warp Speed," yang merupakan proyek Trump guna mempercepat proses pengembangan vaksin COVID-19, kata seorang pejabat pemerintah ini. Slaoui akan melayani dalam kapasitas sukarela, dan akan dibantu oleh Jenderal Angkatan Darat Gustave Perna, panglima Komando Peralatan Angkatan Darat Amerika Serikat.

Langkah itu ditempuh ketika sang presiden dan para pejabat Gedung Putih berharap bahwa memproduksi vaksin virus corona dengan lebih cepat daripada yang diyakini banyak ilmuwan adalah realistis. Pemerintah ini berusaha memproduksi 300 juta dosis untuk didistribusikan ke Amerika sampai akhir tahun, dengan keyakinan vaksin yang dapat diandalkan adalah satu-satunya cara dalam memajukan kembali perekonomian.

"Operation Warp Speed" ini umumnya beroperasi secara terpisah dari gugus tugas virus corona Gedung Putih yang sudah ada, yang juga mengalihkan fokusnya ke pengembangan vaksin.

Inisiatif ini sedang dipromosikan oleh penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner, dan melibatkan para pejabat Departemen Pertahanan dan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

Pada Selasa, Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka pemerintah AS, mengatakan vaksin tidak akan tersedia sampai awal tahun akademik berikutnya.

"Gagasan memiliki obat atau vaksin yang tersedia untuk memfasilitasi masuknya kembali siswa ke semester musim gugur bakal merupakan sesuatu yang terlalu sedikit terjembatani," kata dia, "bahkan pada tingkat kecepatan tinggi yang kita bisa."