Tsitsipas kalah dari petenis remaja Alcaraz di US Open

·Bacaan 3 menit

Penampilan petenis Spanyol Carlos Alcaraz yang berusia 18 tahun mengejutkan unggulan ketiga asal Yunani Stefanos Tsitsipas, dengan menjadi petenis termuda yang melaju ke putaran keempat di US Open dalam 32 tahun.

Alcaraz mengalahkan runner-up French Open tersebut 6-3, 4-6, 7-6 (7/2), 0-6, 7-6 (7/5), pada Jumat waktu setempat atau Sabtu WIB, dan melaju ke babak 16 besar dalam ajang Grand Slam untuk pertama kalinya, setelah menggagalkan penampilan Tsitsipas yang untuk pertama kalinya gagal menuju putaran keempat US Open.

Alcaraz adalah petenis termuda di babak keempat US Open sejak petenis Amerika berusia 17 tahun Michael Chang pada 1989.

"Luar biasa. Perasaan yang luar biasa bagi saya," kata Alcaraz dikutip dari AFP, Sabtu.

"Kemenangan ini sangat berarti bagi saya. Ini pertandingan terbaik dalam karier saya, kemenangan terbaik.

"Mengalahkan Stefanos Tsitsipas adalah mimpi yang menjadi kenyataan dan menang di sini bahkan lebih spesial bagi saya," tambahnya.

Alcaraz menjadi laki-laki termuda yang mengalahkan pemain top 3 di US Open sejak pemeringkatan dimulai pada 1973, dan juga yang termuda sejak Denis Shapovalov mengalahkan petenis nomor dua Rafael Nadal pada 2017 di Montreal.

Baca juga: Tsitsipas kalahkan Murray dalam lima set di pembukaan US Open

Petenis peringkat 55 dunia Alcaraz selanjutnya akan menghadapi petenis Jerman yang mendapat tiket kualifikasi peringkat 141 Peter Gojowczyk, yang mengalahkan petenis Swiss Henri Laaksonen 3-6, 6-3, 6-1, 6-4.

Alcaraz memenangi gelar ATP pertamanya di Umag pada Juli, dan menjadi juara tur termuda sejak Kei Nishikori yang berusia 18 tahun pada 2008 di Delray Beach.

Remaja berjuluk "Next Nadal" itu menjadi kesayangan penonton di Arthur Ashe Stadium, yang bergemuruh ketika dia melepaskan 33 winner melewati Tsitsipas.

"Tanpa penonton, saya tidak mungkin memenangi pertandingan," ujar Alcaraz.

"Saya turun di awal set keempat, jadi terima kasih kepada penonton yang telah mendorong saya di set kelima," ungkapnya.

Tsitsipas membuka tie-break terakhir, tetapi Alcaraz unggul 5-2 dan 6-3 sebelum menyelesaikan pertandingan setelah empat jam tujuh menit dengan pukulan forehand. Dia menghempaskan diri ke lapangan untuk merayakan keberhasilannya.

"Ini adalah salah satu pertandingan di mana Anda merasa seperti memegang kendali, dan itu tidak berjalan sesuai keinginan Anda,” tutur Tsitsipas.

"Ini agak pahit," dia mengakui.

Baca juga: Murray "hilang respek" untuk Tsitsipas karena mengulur pertandingan

Pada set ketiga, Tsitsipas mematahkan servis pada gim kelima dan ketujuh untuk unggul 5-2, namun Alcaraz melakukan break pada gim kedelapan dan ke-10 untuk membuat tie-break.

Tertinggal 4-1 di tie-break, Tsitsipas mendapat peringatan karena pelanggaran, kemudian ia melakukan kesalahan. Tiga poin kemudian, Alcaraz melakukan pukulan backhand untuk merebut set tersebut.

Beberapa saat kemudian, para penggemar mencemooh Tsitsipas ketika dia pergi ke kamar mandi, sehingga membuat dia beristirahat lebih cepat, kurang lebih lima menit.

Selanjutnya, untuk pertandingan kedua berturut-turut, dia memenangi satu set tanpa kehilangan satu gim pun setelah kembali dari toilet, yang memaksa pertandingan menuju set kelima.

Sementara itu, unggulan kedua dari Rusia Daniil Medvedev, yang juga runner-up US Open 2019 dan Australian Open 2021, mengalahkan petenis peringkat 74 Spanyol Pablo Andujar 6-0, 6-4, 6-3. Dia selanjutnya akan berhadapan dengan unggulan ke-24 asal Inggris Daniel Evans.

"Saya bermain bagus dan sangat senang dengan level saya," pungkas Medvedev. "Hal positif utama adalah menang dalam tiga set."

Baca juga: Djokovic melaju ke babak ketiga US Open untuk bertemu Nishikori
Baca juga: Sloane Stephens serukan perubahan aturan istirahat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel