Tsunami Pandora Papers Lebih Besar dari Panama Papers?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) mengungkap laporan investigasi baru, yakni Pandora Papers. Isinya menguak para hartawan dan pejabat di seluruh dunia ketahuan mengalirkan kekayaan mereka ke perusahaan-perusahaan offshore.

Ada nama orang-orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin yang muncul, serta Raja Abdullah II dari Yordania.

Jasa perusahaan offshore tidaklah ilegal. Namun, ICIJ mencatat bahwa kerahasiaan dari perusahaan offshore berpotensi dipakai untuk mencuci uang, suap, menghindari pajak, dan korupsi.

Pandora Papers merupakan sekuel dari Panama Papers dan hingga Paradise Papers. Pandora Papers membongkar data yang lebih besar dengan total 2,94 terabyte.

Investigasi Panama Papers di 2016 adalah berdasarkan 2,6 terabyte data di 11,5 juta dokumen dari provider tunggal, yakni firma Mossack Fonseca yang sekarang tutup," tulis ICIJ, dikutip Senin (4/10/2021).

Sementara, Investigasi Paradise Papers 2017 adalah berdasarkan bocoran 1,4 terabyte pada lebih dari 13,4 juta files.

Untuk Pandora Papers, ada 11,9 juta dokumen rahasia yang bocor dari 14 layanan perusahaan offshore di berbagai negara. Sekitar 6,4 juta data tesebut berbentuk dokumen, termasuk 4 juta pdf.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Nama yang Muncul

Raja Abdullah II dari Yordania (Richard Drew / AP PHOTO via The Times of Israel)
Raja Abdullah II dari Yordania (Richard Drew / AP PHOTO via The Times of Israel)

Pandora Papers mencatat ada 35 sosok pemimpin negara, mantan pemimpin, serta orang-orang dekat mereka yang namanya terungkap di Panama Papers.

Vladimir Putin jadi sorotan karena meski namanya tidak muncul, tetapi orang-orang dekatnya muncul, termasuk nama seorang wanita.

Svetlana Krivonogikh merupakan mantan petugas kebersihan yang dirumorkan menjalin asmara dengan Vladimir Putin. Ia kini kaya raya dan namanya muncul di Pandora Papers. Ada pula hartawan Gennady Timchenko dan Konstantin Ernst yang merupakan bagian ring satu di Kremlin.

Dua perdana menteri Lebanon juga muncul di Pandora Papers: Hassan Diab dan Najib Mikati.

Di jazirah Arab, ada nama Perdana Menteri Muhammad bin Rashid Al-Maktoum. Ia merupakan penguasa Dubai.

Untuk Indonesia, ICIJ tidak mencatat nama pemimpin negara, namun ada dua politikus yang berasal dari Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel