Tuah ASEAN Para Games 2022

Pelaksanaan ASEAN Para Games 2022 di Solo memberikan kebermanfaatan baik secara ekonomi, kultur, hingga sosial. Bukan hanya atlet difabel saja yang merasakan tuah, tetapi juga masyarakat Surakarta pada umumnya.

Nilai kemanfaatan yang dihadirkan jauh lebih besar dibanding setiap hasil yang muncul di papan skor. Bukan dalam artian bahwa prestasi itu tidak penting, namun semangat dari ASEAN Para Games yaitu kemanusiaan, persatuan, persaudaraan, dan keadilan sosial, yang menjadi kemewahan tersediri.

Semangat itu yang terus digaungkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Saat pembukaan ASEAN Para Games 2022, Ma'ruf Amin melangitkan harapan bahwa APG 2022 akan semakin mempererat persaudaraan khususnya bagi negara-negara di Asia Tenggara.

Baca juga: Pelaku UMKM di Solo perluas akses pasar di ASEAN Para Games Solo

Senada dengan Wapres, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali juga berharap APG 2022 meraih empat kesuksesan: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses memberikan dampak terhadap perekonomian, khususnya peningkatan pendapatan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keinginan Zainudin ini berkaca pada pelibatan UMKM untuk memeriahkan gelaran dua tahunan ini. Secara resmi terdapat 35 UMKM yang dilibatkan dalam pembukaan ASEAN Para Games, tapi jumlah yang berpartisipasi jauh lebih banyak.

Apalagi panitia tak membebankan biaya lisensi untuk setiap produk yang dibuat para pelaku usaha. Panitia ingin perhelatan internasional ini menjadi hajatan akbar bagi seluruh masyarakat, sehingga meningkatkan roda perekonomian setelah jatuh dihantam badai pandemi COVID-19.

Dampak sistematis

Ada sejumlah hal positif yang dapat dipetik dalam pelaksanaan ASEAN Para Games 2022. Pertama menjadi penyambung dari kekosongan perhelatan, mengingat dalam dua episode sebelumnya yakni di Filipina dan Vietnam urung digelar akibat pandemi COVID-19.

Kedua, dampak ekonomi bagi pelaku UMKM. Pelibatan UMKM yang terbuka seluas-luasnya membuat ekonomi Kota Solo dapat kembali bergairah. Tak bisa menutup mata bahwa pandemi COVID-19 membuat sektor ekonomi hancur. Angka pengangguran naik secara drastis akibat perusahaan tak mampu lagi menjalankan roda bisnisnya.

Ketiga, ASEAN Para Games 2022 menciptakan ekosistem usaha yang tidak hanya dirasakan oleh satu orang saja. Terdapat pelibatan masyarakat sekitar dalam pembuatan segala macam bentuk suvenir. Sanggar Wayang Gogon misalnya, pemilik melibatkan puluhan orang untuk pembuatan 2.600 suvenir APG 2022.

Dampak sistematis dari APG 2022 ini diamini pakar industri olahraga dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Febriani Fajar Ekawati. Ia bahkan secara rinci menyebut bahwa sejumlah aspek akan terangkat dari perhelatan akbar bagi penyandang difabel ini.

Febriani menilai APG 2022 bakal membuat industri olahraga meningkat, salah satunya infrastruktur olahraga bagi para penyandang difabel. Tidak hanya di lapangan, infrastruktur ramah disabilitas juga akan semakin lengkap, termasuk juga penginapan dan hotel yang ramah disabilitas.

Baca juga: Karya seni pelajar SLB jadi suvenir resmi ASEAN Para Games Solo

Baru-baru ini, Pemerintah Kota Solo menerjunkan bus low deck atau berlantai rendah yang diklaim memiliki desain pertama dan satu-satunya di Indonesia. Bus itu dapat digunakan oleh tunadaksa baik yang menggunakan kursi roda atau kruk, bisa juga digunakan warga lanjut usia yang menggunakan kursi roda.

Tak hanya itu, monitor dan suara yang ditampilkan juga diharapkan memberikan petunjuk kepada penumpang tunanetra dan tunarungu. Bus ramah difabel itu digunakan untuk mendukung angkutan massal Batik Solo Trans (BST) di enam koridor, sambil menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan.

Febriani juga menganggap APG 2022 dapat memicu industri olahraga untuk memproduksi alat-alat yang dibutuhkan. Contoh kecil seperti yang disebutkan Febriani yakni Bocce Shop yang hadir di pameran Sports Industry Exhibition di sekitar halaman Stadion Manahan Solo.

Bocce ini merupakan permainan yang diperuntukkan bagi penyandang tuna grahita. Kini alatnya tak lagi harus diimpor dari luar negeri, UMKM lokal sudah mampu memproduksinya.

"Ini bisa menjadi kesempatan industri-industri olahraga untuk unjuk gigi akan kualitas mereka ke dunia internasional, terutama industri-industri olahraga yang ada di sekitar Solo," ujar Dosen Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Sebelas Maret itu.

Sektor pariwisata juga akan turut kebagian berkah. Febriani pun membagi kebermanfaatan ASEAN Paragames untuk sektor pariwisata menjadi dua jenis yakni tangible dan intangible in nature.

Baca juga: Mengenal bus ramah difabel di Solo

Maksudnya, tangible berhubungan dengan sektor perhotelan yang akan dipenuhi para peserta ASEAN Paragames, mulai dari atlet, pelatih, hingga ofisial. Belum lagi media massa baik dari dalam maupun luar negeri.

Kehadiran APG 2022 akan meningkatkan okupansi hotel-hotel setelah sebelumnya anjlok dipukul pandemi COVID-19. Bahkan toko-toko sekitar hotel pun ketiban untung. Bidang kuliner pun tidak lupa akan dilirik oleh para tamu.

Sementara perihal intangible in nature yakni ikon Kota Solo akan mendunia. Sejumlah media internasional akan memberitakan hal-hal menarik di Kota Solo sehingga kota ini akan dikenal masyarakat dunia lebih luas. Solo dapat semakin mengenalkan kekayaan budayanya ke masyarakat dunia.

ASEAN Para Games memang hanya peristiwa olahraga yang didedikasikan untuk penyandang difabel dan tidak terang-terangan diberi maksud untuk tujuan ekonomi. Namun karsa mulia memberi kesetaraan kesempatan untuk atlet difabel itu ternyata menuai juga tuah multidimensi.

Tanpa harus meninggalkan niat semula untuk memberi arena bagi atlet difabel berprestasi, APG jika dirancang dengan cermat bukan mustahil akan menjadi pemicu gerak industri yang besar seperti PON, SEA Games, bahkan Olimpiade.

Baca juga: Penjualan suvenir Rajamala laku keras di ASEAN Para Games Solo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel