Tubuh nelayan asal Bekasi ditemukan sudah tidak bernyawa

Tim gabungan menemukan tubuh nelayan asal Bekasi yang dilaporkan hilang tenggelam di perairan pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, dua kilometer dari lokasi pertama dilaporkan hilang, Senin petang, dan sudah tidak bernyawa,

Kapolsek Sindangbarang, AKP Irwan Alexander saat dihubungi Senin, mengatakan nelayan atas nama Rahman (31) warga Bekasi itu, sempat meminta tolong beberapa saat setelah terjun dari perahu untuk berenang ke pinggir pantai, sehingga beberapa orang nelayan berniat untuk membantu.

"Namun, tubuh korban langsung tenggelam, saat beberapa orang nelayan hendak membantunya, lalu dilaporkan ke petugas. Kami langsung melakukan pencarian," katanya.

Hingga Senin petang, pencarian dilakukan tim gabungan sejauh beberapa kilometer dari lokasi pertama kali korban dilaporkan hilang dan berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa tepatnya di wilayah Kampung Ciselang, Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang.

Baca juga: Jasad wisatawan korban tenggelam di laut Sukabumi ditemukan

Baca juga: Kurang dari 24 jam tim SAR berhasil temukan jasad wisatawan tenggelam

"Jasad korban langsung dibawa ke puskesmas setempat untuk dilakukan visum, sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," katanya.

Keterangan dari awak kapal yang ditumpangi korban dari Ujung Genteng, Sukabumi, korban tiba-tiba melompat dari perahu karena hendak menemui temannya di pesisir selatan Cianjur, meski beberapa orang nelayan di atas kapal sempat melarang karena jarak ke bibir pantai masih jauh.

"Dugaan sementara korban memiliki riwayat penyakit asma akut, sehingga diduga saat berenang penyakitnya kumat, kami mendapat keterangan korban memiliki riwayat penyakit asma akut," katanya.*

Baca juga: Tim SAR temukan jasad wisatawan yang tenggelam di Pantai Karangnaya

Baca juga: Pencarian korban hilang tenggelam di laut selatan Sukabumi diperluas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel