Tugas Bersama Industri Perbankan Indonesia: Dongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Industri perbankan syariah nasional memiliki tugas berat yaitu mendongkrak tingkat literasi keuangan dan perbankan syariah di Indonesia. Hal ini melihat indeks literasi keuangan syariah di Indonesia masih di bawah 9 persen.

"Peningkatan literasi keuangan dan perbankan syariah di Indonesia harus diselesaikan bersama-sama," kata Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk Hery Gunardi, dalam pembukaan Penandatanganan MoA Strategic Sharia Banking Management (SSBM), Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Dalam catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat inklusi keuangan syariah rendah yakni hanya 9,1 persen. Jauh tertinggal dari inklusi keuangan konvensional yang mencapai 76,72 persen.

Dampak lanjutan dari rendahnya inklusi keuangan yang rendah tersebut pada pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia. Dibandingkan dengan negara-negara. Padahal Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk beragama islam di dunia.

Pangsa pasar keuangan syariah di Arab Saudi sudah mencapai 63 persen. Di Brunei Darussalam mencapai 57 persen dan Malaysia mencapai 30 persen. Untuk itu literasi keuangan syariah dan implementasinya menjadi PR besar bagi Indonesia yang perlu ditaklukan.

"Ini tantangan yang cukup besar dan harus dijawab kita semua sebagai pemangku kepentingan dari sebuah negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel