Tugas Utama BPUPKI dan Tujuannya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - BPUPKI merupakan kependekan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam bahasa Jepang, BPUPKI dikenal dengan sebutan Dokuritsu Junbi Chosakai.

BPUPKI dibentuk pertama kali pada 1 Maret 1945. Kala itu, yang membentuk BPUPKI adalah dari pemerintah Jepang.

Awalnya BPUPKI dibentuk oleh pemerintah Jepang sebagai upaya mendapatkan simpati dan dukungan dari bangsa Indonesia agar bersedia membantu dalam perang melawan Sekutu.

Adapun sebagai gantinya, Jepang menjanjikan akan membantu proses kemerdekaan Indonesia. Sementara, yang ditunjuk menjadi ketua adalah Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T) Radjiman Wedyodiningrat, dan wakil ketuanya ialah Hibangase Yosio dari pihak Jepang dan Raden Pandji Soeroso dari pihak Indonesia.

BPUPKI beranggotakan 67 orang, yang terdiri dari 60 orang Indonesia dan tujuh orang Jepang, dan memiliki tugas mengawasi.

Kurang lebih empat bulan berdiri, BPUPKI kemudian dibubarkan pada 7 Agustus 1945. Hal itu dikarenakan tugas-tugasnya sudah selesai dilaksanakan.

Selama BPUPKI berdiri, secara resmi melakukan sidang sebanyak dua kali. Sidang pertama dilaksanakan pada 29 Mei-1 Juni 1945. Sidang kedua dilaksanakan pada 10 Juli-17 Juli 1945.

Jadi, BPUPKI tak hanya sekadar berdiri. Ada beberapa tugas dan tujuan penting dibentuknya organisasi tersebut. Apa saja tugas BPUPI dan tujuannya?

Berikut ini rangkuman tentang tugas utama dari BPUPKI dan tujuan didirikannya, seperti dilansir dari laman ZonaReferensi, Selasa (23/3/2021).

Tujuan Pembentukan BPUPKI

Sebelum membahas tentang tugas BPUPKI, perlu diketahui tujuan utama dibentuknya organisasi tersebit.

Tujuan utama dibentuknya BPUPKI ialah untuk mengkaji, mendalami, serta menyelidiki bentuk dasar yang cocok guna kepentingan sistem pemerintahan negara Indonesia setelah kemerdekaan. Jadi, BPUPKI dibentuk untuk mempersiapkan proses kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan bagi Jepang, tujuan dibentuknya BPUPKI adalah untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar membantu Jepang dalam perang melawan Sekutu dengan cara memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia.

Saat itu, Jepang terlibat dalam Perang Dunia II melawan tentara Sekutu sehingga pihak Jepang membutuhkan banyak dukungan. Oleh karena itu, dibentuknya BPUPKI oleh Jepang tidak 100 persen tulus untuk memberi kemerdekaan Indonesia, tetapi juga untuk mendapat dukungan dan melaksanakan politik kolonialnya.

Tugas Utama BPUPKI

Tugas utama dari BPUPKI adalah untuk mempelajari, menyelidiki, dan mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek politik, ekonomi, tata pemerintahan, dan hal-hal penting yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka.

Tugas BPUPKI Berdasarkan Sidang

Berdasarkan pembahasan dalam sidang, berikut merupakan tugas-tugas BPUPKI secara lebih spesifik:

  • Membahas dan menyusun rancangan dasar negara Indonesia.

  • Sesudah sidang pertama, BPUPKI bertugas membentuk reses selama satu bulan

  • Membentuk panitia sembilan yang bertugas untuk menampung saran-saran dan konsepsi dasar negara dari para anggota.

  • Membantu panitia sembilan bersama panita kecil.

  • Panita sembilan menghasilkan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.

Anggota BPUPKI

Berikut ini beberapa nama-nama anggota BPUPKI yang diketuai oleh KRT Radjiman Wedyodiningrat:

K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua), R.P. Soeroso (wakil ketua), Ichibangse Yoshio (wakil ketua), Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, KH. Wachid Hasyim, Abdoel Kahar Muzakir, Mr. A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejo, H. Agoes Salim, Mr. Achmad Soebardjo, Prof. Dr. P.A.A. Hoesein Djajadiningrat, Ki Bagoes Hadikusumo, A.R. Baswedan, Soekiman, Abdoel Kaffar, R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking, K.H. Ahmad Sanusi, K.H. Abdul Salim, Liem Koen Hian, Tang Eng Hoa, Oey Tiang Tjoe, Oey Tjong Hauw, Yap Tjwan Bing.

Sumber: Zonareferensi