Tugu Insurance Bakal Jamin Aset 10.000 Pemilik Pertashop

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance siap memberikan dukungan asuransi terhadap 10.000 outlet Pertashop yang telah ditargetkan PT Pertamina (Persero) tahun ini.

Pertashop (Pertamina Shop) merupakan outlet penjualan produk-produk Pertamina berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya dengan mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina.

Tugu Insurance dengan pengalaman memberikan produk dan layanan asuransi selama hampir 40 tahun memberikan perlindungan kepada para pemilik Pertashop terhadap aset-aset yang dimilikinya.

"Tugu Insurance siap mendukung program pembangunan Pertashop di setiap desa dengan menyediakan akses cepat dan nyaman untuk perlindungan asset-aset Pertashop. Kemudahan ini dapat dirasakan melalui Aplikasi MyPertamina,” kata Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna selaku dalam keteranganya, Sabtu (26/6/2021).

Layaknya SPBU, Pertashop merupakan objek yang juga rentan terhadap terjadinya risiko, sehingga perlindungan utama yang dapat diberikan adalah terhadap risiko kebakaran yang dapat diperluas pada risiko bencana alam (banjir, gempa, tsunami), kerusuhan, kecelakaan diri untuk tertanggung maupun pegawai hingga pencurian yang terjadi di Pertashop.

"Pertamina melalui program One Village One Outlet (OVOO) yakni pembangunan Pertashop di setiap desa, telah menargetkan 10.000 Pertashop pada 2021 untuk mempercepat penetrasi pendistribusian BBM yang merata di wilayah Republik Indonesia, dimana sampai Mei 2021 ini telah terdapat sekitar 2.100 Pertashop yang sudah tersebar di seluruh provinsi,” ujar Putut Andriatno, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga.

Target Operasi Pertashop pada 2021

Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil, untuk melayani kebutuhan konsumen BBM. (Foto: Pertamina)
Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil, untuk melayani kebutuhan konsumen BBM. (Foto: Pertamina)

Sebelumnya, sebagai bukti nyata komitmen wujudkan energi berkeadilan, Pertashop di Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyalurkan sebanyak rata-rata 500 liter BBM jenis produk Pertamax setiap harinya. Hal ini diungkapkan Pemilik Pertashop 3P.46309 Haji Jojo saat kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir.

Kunjungan Menteri BUMN didampingi Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Alfian Nasution, dan Executive General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Barat Werry Prayogi, ke Pertashop di desa tersebut pada Minggu, 13 Juni 2021.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN, Erick Thohir, juga menyampaikan apresiasi atas hadirnya Pertashop tersebut.

“Alhamdulillah, dengan penyaluran dari Pertashop disini, serta sinergi antar BUMN berkontribusi untuk pembangunan di Pedesaan, rakyat mendapat kemudahan akses BBM serta membuka lapangan kerja”, ungkap Erick dalam keterangan tertulis, Minggu (13/6/2021).

Di saat yang sama, Menteri BUMN juga menyerahkan bantuan usaha berupa outlet bright gas kepada Ibu Neni salah satu figure yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu atas usahanya menghidupi keluarganya dengan cara menjadi penjual LPG keliling dengan sepedanya.

Pertashop merupakan program dari Pertamina yang membuka kesempatan bagi wilayah-wilayah yang jauh dari lembaga penyalur Pertamina seperti SPBU untuk membuka akses energi kepada warga sekitarnya. Program ini selaras dengan program One Village One Outlet (OVOO) Pertamina yang memastikan di setiap desa memiliki satu lembaga penyalur Pertamina untuk menyalurkan energi ke pelosok negeri.

Saat ini, sudah dan siap beroperasi sebanyak 2100 unit Pertashop yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dan untuk 2021, ditargetkan sebanyak 10 ribu Pertashop baru sudah dapat beroperasi. Khusus di wilayah Jawa Bagian Barat terdapat hampir mencapai 200 unit Pertashop yang telah melayani kebutuhan energi masyarakat.

“Kesempatan untuk membangun Pertashop masih terbuka lebar, kami mengajak para pengusaha, investor, pemerintah daerah, pengelola pondok pesantren dan siapa pun untuk bersama dengan Pertamina dan Pemerintah mewujudkan kemandirian energi dan ekonomi,” pungkas Executive General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Werry Prayogi.

Tinjauan Pertashop yang dilakukan memiliki banyak harapan ke depannya. Dengan harga dan kualitas yang sama dengan BBM yang dijual di SPBU, Pertamina berharap Pertashop dapat menjadi jawaban untuk pemerataan distribusi energi yang akan memberikan multiplier effect bagi perkembangan ekonomi di pedesaan.

Tidak hanya menjual BBM saja, Pertashop juga dapat menjual Bright Gas 5,5 Kg, Pelumas Pertamina dan produk barang/jasa lainnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel