Tujuan APEC, Keanggotaan, Pilar, dan Manfaatnya untuk Indonesia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tujuan APEC yang paling utama adalah untuk mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas negara–negara di Asia Pasifik. Indonesia termasuk salah satu anggota yang berperan aktif mendukung peranan APEC untuk meningkatkan kerjasama ekonomi.

Organisasi APEC (Asia Pasific Economic Coorperation) atau kerjasama Ekonomi Asia Pasifik ini didirikan pada tahun 1989. APEC berdiri atas gagasan Bob Howke (Perdana Menteri Australia) dan resmi didirikan pada bulan November 1989 di Canberra, Australia.

Tujuan APEC berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia Pasifik. APEC beanggotakan 21 negara Asia Pasifik dan merupakan kerja sama non-politis. Bahkan, anggota APEC disebut dengan “ekonomi” karena setiap anggota saling berinteraksi sebagai entitas ekonomi.

Berikut Liputan6.com rangkum dari Kementerian Luar Negeri RI dan berbagai sumber lainnya, Jumat (9/4/2021) tentang tujuan APEC.

Keanggotaan APEC

Keanggotaan APEC (sumber: wikipedia)
Keanggotaan APEC (sumber: wikipedia)

Sebelum mengenal tujuan APEC, kamu tentu perlu mengetahui anggota-anggotanya. Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) adalah forum kerja sama antar 21 Ekonomi di lingkar Samudera Pasifik yang berdiri tahun 1989. Saat ini terdapat 21 Ekonomi yang menjadi anggota APEC, yaitu:

1. Australia,

2. Brunei Darussalam,

3. Kanada,

4. Chile,

5. China,

6. Hong Kong,

7. Indonesia,

8. Jepang,

9. Korea Selatan,

10. Malaysia,

11. Meksiko,

12. Selandia Baru,

13. Filipina,

14. Peru,

15. Papua Nugini,

16. Rusia,

17. Singapur,

18. Taiwan,

19. Thailand,

20. Amerika Serikat,

21. Vietnam.

Tujuan APEC

APEC adalah organisasi kerjasama negara-negara di kawasan Asia Pasifik khususnya pada bidang ekonomi. Sepeti Liputan6.com kutip dari Kementerian Luar Negeri RI, tujuan APEC yang paling utama adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di Asia Pasifik.

Tujuan APEC ini dilakukan dengan mendorong dan memfasilitasi perdagangan dan investasi yang lebih bebas dan terbuka di kawasan, serta meningkatkan kerja sama pengembangan kapasitas Ekonomi anggota.

Adapun tujuan APEC, secara umum yaitu:

- Mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Asia Pasifik.

- Memperkuat sistem perdagangan multilateral yang terbuka.

- Memberikan fokus kerjasama di bidang ekonomi.

Untuk mencapai tujuan APEC itu, telah ditetapkan suatu target “the Bogor Goals", sebagai hasil kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Bogor pada tahun 1994 dengan komitmen sebagai berikut:

“… with the industrialized economies achieving the goal of free and open trade and investment no later than the year 2010 and developing economies no later than the year 2020."

Artinya, negara dengan ekonomi industrial dapat mencapai tujuan perdagangan dan investasi bebas serta terbuka setidaknya pada 2010, sedangkan negara berkembang setidaknya pada 2020.

Pilar Kerja Sama APEC

Presiden Jokowi dalam acara Leaders' Retreat Luncheon di APEC Nurimaru House, Busan, Korea Selatan. (Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi dalam acara Leaders' Retreat Luncheon di APEC Nurimaru House, Busan, Korea Selatan. (Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Tujuan APEC tersebut tentunya memerlukan pilar yang membuatnya bisa tercapai. Untuk mencapai “Bogor Goals", kerjasama APEC didasarkan pada tiga pilar, yaitu:

1. Perdagangan dan Investasi yang lebih terbuka. Perdagangan dan investasi yang lebih terbuka, diharapkan akan:

- Menurunkan dan, dalam jangka panjang, menghilangkan hambatan tarif dan non-tarif bagi perdagangan dan investasi,

- Membuka pasar (khususnya bagi produk-produk Indonesia),

- Meningkatkan perdagangan dan investasi antar Ekonomi anggota APEC,

- Mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Ekonomi anggota APEC,

- Meningkatkan standar hidup di seluruh kawasan Asia Pasifik.

2. Fasilitasi Perdagangan dan Investasi. Fasilitasi perdagangan dan investasi difokuskan pada pengurangan biaya transaksi, peningkatan akses terhadap informasi perdagangan, kemudahan administrasi pelabuhan, serta penyelarasan kebijakan.

3. Kerjasama Ekonomi dan Teknik (ECOTECH). ECOTECH difokuskan pada penyediaan pelatihan dan kerjasama di bidang pembangunan kapasitas guna membantu Ekonomi anggota APEC mengambil manfaat dari perdagangan global dan untuk mengembangkan kapasitas institusional dan personil sesuai dengan potensi Ekonomi masing-masing.

Partisipasi Indonesia dalam APEC

Tujuan APEC tentunya sangat baik untuk anggota-anggotanya, termasuk Indonesia. Partisipasi Indonesia dalam APEC dilandaskan pada keuntungan dan upaya mengamankan kepentingan nasional.

Kontribusi Indonesia pada awal pembentukan APEC, ditandai dengan rumusan Bogor Declaration dan Bogor Goals pada tahun 1994. Indonesia juga turut mendorong dibentuknya salah satu pilar utama APEC yaitu Economic and Technical Cooperation (ECOTECH), yang dirancang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan merata demi mengurangi kesenjangan ekonomi di kawasan melalui pembangunan kapasitas individu dan institusi.

Bagi Indonesia APEC berperan sebagai komunitas bisnis pengembangan kebijakan seperti pengembangan kapasitas melalui pemanfaatan proyek-proyek, forum bertukar pengalaman, forum yang memungkinkan Indonesia untuk memproyeksikan kepentingan-kepentingannya dan mengamankan posisinya dalam tata hubungan ekonomi internasional yang bebas dan terbuka.

Manfaat APEC bagi Indonesia:

- Sarana untuk membangun kepercayaan dan hubungan yang saling menguntungkan dengan Negara/Ekonomi mitra strategis Indonesia di kawasan.

- Sarana untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing Indonesia, melalui proyek-proyek pelatihan teknis dan capacity building serta sharing of best practices.

- Sarana untuk memastikan bahwa pasar Asia-Pasifik tetap terbuka bagi produk ekspor unggulan Indonesia. Terjadi peningkatan total perdagangan Indonesia dengan Ekonomi APEC lainnya, yaitu sebesar US$ 276,589.1 Milyar pada tahun 2013 dibandingkan US$ 29,9 Milyar pada tahun 19891 pada saat Indonesia turut mendirikan APEC

- Sarana peningkatan investasi. Pada tahun 2012 tercatat total investasi portofolio yang masuk ke Indonesia dari anggota APEC lainnya adalah sebesar US$ 245,200.5 Milyar dibandingkan US$ 45,7. Milyar pada tahun 2001.