Tujuan Gerak Menangkis adalah Menghindari Serangan Lawan, Ketahui Teknik dan Sejarahnya

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Pencak silat merupakan seni bela khas Nusantara yang telah banyak dipraktikkan oleh masyarakat. Seni bela diri ini secara luas dikenal di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina dan Indonesia.

Dalam pencak silat terdapat berbagai macam teknik yang mengandung filosofi. Pencak silat juga kerap disebut sebagai seni bertahan yang mematikan. Maka dari itu salah satu tekniknya, yakni tujuan gerak menangkis adalah untuk membendung serangan dari lawan.

Tujuan gerak menangkis adalah merupakan satu dari sebagian teknik dasar dalam seni bela diri pencak silat. Kini, pencak silat merupakan salah satu bela diri yang memiliki banyak penggemar bahkan Pencak silat juga dipertandingkan dalam SEA Games sejak tahun 1987. Di luar Asia Tenggara juga ada banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas tujuan gerak menangkis beserta teknik dan sejarahnya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Sejarah Pencak Silat

Ilustrasi Bela Diri Credit: pexels.com/Rodnae
Ilustrasi Bela Diri Credit: pexels.com/Rodnae

Dalam menghadapi alam sekitar, nenek moyang bangsa Indonesia telah mengembangkan ilmu bela diri yang digunakan untuk bertahan dan melindungi dirinya ataupun kelompoknya. Mereka pun akhirnya menciptakan bela diri yang menirukan gerakan binatang yang ada di alam sekitar. Hal ini merupakan salah satu tujuan gerak menangkis adalah untuk meniru gerakan binatang seperti harimau, kera, ular, bahkan burung elang.

Selain itu, diduga juga bahwa salah satu tujuan gerak menangkis adalah meniru keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu. Misalkan saja cara dalam menggunakan perisai, parang, tombak, dan lain sebagainya.

Seperti halnya kebudayaan yang lain, pencak silat juga diperkenalkan secara turun temurun oleh nenek moyang. Hingga akhirnya, disadari terkait pentingnya mengembangkan peranan pencak silat dan menghimpun berbagai aliran-aliran pencak silat di seluruh Nusantara. Kemudian, pada tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang kini tercatat sebagai organisasi pencak silat tertua di Indonesia.

Kemudian, atas prakarsa Eddi M. Nalapraya yang waktu itu menjabat sebagai ketua IPSI, pada tanggal 11 Maret 1980, didirikanlah Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Pesilat) yang menggandeng beberapa anggota di Asia Tenggara sebagai anggota. Pada waktu itu, acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Bersama dengan Indonesa, ketiga negara tersebut ditetapkan sebagai pesilat.

Teknik dalam Pencak Silat

Ilustrasi Bela Diri Credit: pexels.com/Rodnae
Ilustrasi Bela Diri Credit: pexels.com/Rodnae

Setelah membaca sejarah tentang pencak silat secara singkat, maka tidak lengkap rasanya jika tidak mengetahui teknik-teknik dasar pencak silat. Salah satu gerakan pencak silat di antaranya yakni tujuan gerak menangkis adalah untuk membendung serangan lawan. Kemudian masih ada beberapa teknik lainnya. Berikut ini merupakan teknik-teknik dalam pencak silat:

1. Teknik Kuda-kuda

Pencak silat adalah bela diri yang digunakan untuk melindungi diri sendiri, maka dari itu, kuda-kuda harus tegas dan tegap agar mampu menghadang serangan lawan. Teknik dasar pencak silat salah satunya ialah teknik kuda-kuda yang terdiri dari kuda-kuda depan, kuda-kuda tengah, kuda-kuda belakang, kuda-kuda samping, kuda-kuda silang dan kuda-kuda depan dan belakang. Kuda-kuda merupakan sikap menapakkan kaki yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan saat menyerang ataupun bertahan.

2. Teknik Sikap Pasang

Kemudian, ada pula sikap pasang yakni posisi mengkombinasikan antara kuda-kuda dan fleksibel dengan sikap akan menyerang maupun bertahan.

3. Teknik Pola Langkah

Dalam pencak silat ada pula teknik yang disebut dengan pola langkah. Teknik ini terdiri dari beberapa macam yaitu pola langkah lurus, pola langkah zig-zag, pola langkah U, pola langkah S, pola langkah segitiga dan pola langkah segi empat.

4. Teknik Arah

Kemudian, ada pula yang disebut dengan teknik arah. Teknik ini berhubungan dengan kemana pesilat akan melangkah saat menyerang ataupun bertahan. Teknik arah ini juga dikenal dengan delapan penjuru mata angin.

5. Teknik Tendangan

Ketika dalam posisi menyerang, dikenal pula teknik tendangan, yakni ada tendangan lurus, tendangan sabit, tendangan T, tendangan jejak dan tendangan belakang.

6. Teknik Pukulan

Selain memanfaatkan gerak kaki, dikenal pula gerakan dengan menyerang dengan tangan yakni teknik pukulan yaitu pukulan lurus, pukulan tegal, pukulan bandul dan melingkar.

7. Teknik Tangkisan

Salah satu teknik yang paling mendasar dalam pencak silat adalah teknik tangkisan. Tujuan gerak menangkis adalah sebagai usaha pertahanan dan untuk membendung serangan dari lawan. Ada tiga jenis teknik tangkisan yaitu tangkisan dalam, tangkisan luar, tangkisan atas dan tangkisan bawah.

8. Teknik Guntingan

Terakhir yakni merupakan teknik yang disebut dengan guntingan. Teknik ini merupakan teknik dasar untuk menjatuhkan lawan. Dengan teknik guntingan dalam pencak silat adalah posisi menyerang untuk menjatuhkan lawan kita dengan sasaran kuda-kuda lawan. Metodenya adalah kaki berlawanan dan menjepit.

Jenis-jenis teknik pencak silat guntingan ada guntingan depan, guntingan samping, guntingan belakang dan guntingan atas.