Tujuan Konseling, Pengertian, dan Prosesnya yang Perlu Dipahami

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tujuan konseling tentunya adalah untuk mengatasi masalah seseorang yang berkonsultasi. Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada individu yang mengalami sesuatu masalah.

Hal ini tentunya bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi orang tersebut. Konseling bisa dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti di masyarakat, di dunia industri, membantu korban bencana alam, maupun di lingkungan pendidikan.

Khusus pada dunia pendidikan tingkat dasar dan lanjutan di Indonesia, layanan ini biasa disebut bimbingan dan konseling (konseling pendidikan) dan dilakukan oleh Guru Pembimbing. Tujuan konseling di lingkungan pendidikan adalah untuk membantu siswa mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal sebagai makhluk Tuhan, sosial, dan pribadi.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (25/8/2021) tentang tujuan konseling.

Mengenal Konseling

Ilustrasi Konseling. Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Konseling. Credit: pexels.com/cottonbro

Sebelum memahami tujuan konseling, kamu perlu mengenal apa itu konseling terlebih dahulu. Setiap individu tentunya memiliki masa-masa sulit dalam hidupnya. Mereka memiliki cara masing-masing dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi dalam hidupnya. Ada orang-orang yang menggunakan cara menyelesaikan masalah-masalah emosionalnya dengan mencari jalan keluar sendiri.

Namun, ada pula yang membutuhkan bantuan orang lain untuk mengatasi masalahnya. Bantuan orang lain ini bisa berupa keluarga, pasangan, hingga teman. Tidak hanya itu, banyak juga orang-orang yang memilih jalan untuk bercerita dan mencari jalan keluar masalah mereka dengan menjalani konseling dengan profesional atau dengan konselor.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konseling adalah pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologis dan sebagainya. Konseling juga disebut sebagai pengarahan atau juga penyuluhan.

Konseling ini sering kali salah dikira sebagai psikoterapi. Padahal, dibanding dengan psikoterapi, konseling lebih berurusan dengan klien yang mengalami masalah yang tidak terlalu berat. Umumnya konseling berasal dari pendekatan humanistik dan berpusat pada klien.

Konselor juga berhubungan dengan permasalahan sosial, budaya, dan perkembangan selain permasalahan yang berkaitan dengan fisik, emosi, dan kelainan mental. Dalam hal ini, konseling melihat kliennya sebagai seseorang yang tidak mempunyai kelainan secara patologis.

Konseling adalah pertemuan antara konselor dengan kliennya yang memungkinkan terjadinya dialog dan bukannya pemberian terapi atau perawatan (treatment). Konseling juga mendorong terjadinya penyelesaian masalah oleh diri klien sendiri.

Ada hal yang harus menjadi pemahaman bersama bahwa tidak setiap orang yang datang menemui konselor dipastikan bahwa orang tersebut bermasalah secara kejiwaan. Orang-orang yang hidupnya memuaskan dan berkecukupan pun suatu saat akan mengalami gangguan emosional di saat-saat tertentu dan mungkin akan membutuhkan pertolongan. Sebagian besar orang akan menghadapi masalah krisis fisik, dana, tau emosi dan pada saat inilah akan membutuhkan bantuan konseling.

Proses Konseling

Tujuan konseling tentunya untuk membantu seseorang yang memiliki masalah menyelesaikan masalahnya tersebut. Seperti dikutip Liputan6.com dari LPH Unpar, kegiatan konseling melibatkan 2 pihak yang saling berkaitan, yaitu seorang konselor dan klien yang menjalin hubungan profesional. Konseling merupakan suatu proses dan sangat tergantung dari hubungan yang dibangun antara konselor dan kliennya.

Konselor

Konselor merupakan seorang ahli dalam bidang konseling yang memiliki kewenangan secara profesional untuk melaksanakan pemberian layanan konseling. Dalam proses konseling , konselor yang aktif mengembangkan proses konseling melalui pendekatan, teknik dan asas-asas konseling terhadap klien.

Selain secara verbal, konselor juga dapat menggunakan media tulisan, gambar, media elektronik, dan media pembelajaran lainnya.

Klien

Klien adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah atau setidak-tidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin dia sampaikan kepada orang lain. Klien menanggung semacam beban atau mengalami suatu kekurangan yang ingin diisi atau ada sesuatu yang ingin atau perlu dikembangkan pada dirinya.

Tujuan Konseling

Ilustrasi Konseling dengan Psikolog Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Konseling dengan Psikolog Credit: pexels.com/cottonbro

Konseling adalah pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli (klien) sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri meningkat dalam memecahkan berbagaimasalah. Biasanya konseling ini dilakukan dengan pertemuan tatap muka secara empat mata.

Tujuan konseling ini dibagi 2, yaitu tujuan konseling secara umum dan khusus. Berikut penjelasan tujuan konseling seperti dikutip Liputan6.com dari LPH Unpar:

Tujuan Konseling Secara Umum

Tujuan konseling adalah memecahkan masalah yang dialami klien. Upaya ini dapat dilakukan dengan mengurangi intensitas hambatan danatau kerugian yang disebabkan masalah tersebut dan menghilangkan masalah yang dimaksud. Dengan layanan konseling ini maka harapannya adalah meringankan beban klien dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh klien.

Tujuan Konseling Secara Khusus

Tujuan konseling secara khusus adalah klien menjadi memahami seluk-beluk masalah yang dialami secara mendalam dan menyeluruh dengan cara yang positif dan dinamis. Pemahaman yang dimaksud adalah mengarah kepada dikembangkannya persepsi dan sikap serta kegiatan demi terselesaikannya masalah yang dialami klien secara spesifik.

Jadi, tujuan konseling jangka panjang adalah klien menemukan jalannya sendiri sehingga lebih dapat mengandalkan diri sendiri dalam menghadapi situasi-situasi hidup yang berkelanjutan di masa mendatang dengan cara yang membangun tanpa terus-menerus memerlukan bantuan dari luar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel