Tujuan Laporan Keuangan Perusahaan, Ketahui Manfaat dan Tips Membuat yang Benar

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketika bekerja di perusahaan, membuat laporan keuangan adalah hal yang penting dilakukan pada akhir bulan atau akhir tahun guna menilik kembali kondisi sebuah perusahaan, ataukah memperoleh laba atau malah merugi.

Laporan keuangan dibuat dalam sebuah perusahaan untuk memantau perkembangan bisnis yang dirintis oleh perusahaan tersebut. Informasi dalam laporan keuangan, tidak hanya digunakan untuk pemilik atau manajemen melainkan juga beberapa pihak yang ditunjuk untuk dapat menggunakannya.

Dalam kasus ini, laporan keuangan merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis. Ini menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada stakeholder. Setiap perusahaan, baik itu skala besar, menengah, maupun kecil wajib membuat laporan keuangan pada setiap periode.

Mengenal Apa Itu Laporan Keuangan Secara Umum

Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel
Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel

Sebelum mengetahui tujuan laporan keuangan, Anda perlu tau terlebih dahulu tentang pengertian dari laporan keuangan. Pengertian laporan keuangan secara umum adalah hasil dari proses akuntasi pada suatu periode waktu tertentu yang merupakan hasil pengumpulan dan pengelolaan data keuangan yang disajikan dengan tujuan dapat membantu dalam pengembalian keputusan atau kebijakan.

Dalam sebuah laporan keuangan yang lengkap terdapat neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian intergral dari laporan keuangan.

Dalam penyusunan laporan keuangan ini memakai berbagai sumber data dalam pembuatannya. Seperti faktur, bon, nota, kredit, laporan, bank, dan lain sebagainya. Itu tadi makna dari laporan keuangan secara umum, selanjutnya yang akan kita bahas yaitu tujuan laporan keuangan itu sendiri.

Tujuan Laporan Keuangan

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Pada awalnya laporan keuangan dibuat pada suatu perusahaan hanyalah sebagai alat pengujian dari pekerjaan fungsi bagian pembukuan. Namun saat ini, fungsi dari laporan keuangan adalah sebagai dasar untuk dapat menentukan atau melakukan penilaian atas posisi keuangan perusahaan tersebut.

Selain fungsi tersebut, ada juga tujuan laporan keuangan secara khusus yang menyangkut tentang infomasi posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Selain itu, ada tujuan laporan keuangan secara umum yang dapat Anda pelajari. Berikut Liputan6.com ulas tentang tujuan laporan keuangan dari berbagai sumber.

1. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban.

2. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba.

3. Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan harta dan kewajiban.

4. Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.

5. Informasi keuangan yang disajikan akan bermanfaat tentunya bila memenuhi beberapa kriteria atau standar.

Dalam standar akuntansi keuangan menjelaskan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Manfaat Laporan Keuangan bagi Perusahaan

Tujuan Laporan Keuangan (sumber: Pexels)
Tujuan Laporan Keuangan (sumber: Pexels)

Setelah menelaah tentang tujuan laporan keuangan, Anda dapat mempelajari juga manfaat dari laporan keuangan itu sendiri. Berikut Liputan6.com rangkum tentang manfaat dari laporang keuangan dari berbagai sumber.

1. Peningkatan Manajemen Utang

Ini memiliki maksud untuk membantu Anda melacak aset yang dibagi dengan kewajiban dari perusahaan pada saldo, sehingga dapat mengukur likuiditas perusahaan Anda dan mengelola hutang sesuai dengan itu.

2. Identifikasi Tren

Dalam hal ini semua jenis pelaporan akan membantu Anda untuk mengindentifikasi tren, baik dulu maupun sekarang yang akan memberdayakan Anda untuk mengatasi kelemahan potensial apapun.

3. Kewajiban

Mengelola kewajiban adalah bagian penting dari kelanjutan perusahaan Anda. Seperti pinjaman bisnis, jalur kredit, kartu kredit, dan kredit yang diperpanjang dari vendor adalah kewajiban integral untuk dikelola.

4. Pelacakan Waktu

Dengan ini, Anda dapat membuat keputusan yang akurat dan terinformasi dengan cepat. Sehingga menghindari potensi kerugian, dan tetap bertahan sembari mempertahankan fluiditas keuangan perusahaan Anda

Tips Membuat Laporan Keuangan Selalu Rapi

Ketika banyak pihak mengatakan 2016 kondisi bisnis properti masih belum pulih, nyatanya manajemen PT. Intiland Development, Tbk mampu mencatatkan peningkatan dari sisi pendapatan usaha.
Ketika banyak pihak mengatakan 2016 kondisi bisnis properti masih belum pulih, nyatanya manajemen PT. Intiland Development, Tbk mampu mencatatkan peningkatan dari sisi pendapatan usaha.

Setelah mengetahui manfaat laporan keuangan, ada kalanya laporan keuangan perlu untuk disusun dengan rapi agar tidak menyusahkan saat dianalisis ataupun agar datanya tidak tercecer. Berikut ini tips untuk Anda agar laporan keuangan selalu rapi.

1. Selalu periksa kas perusahaan setiap hari

Sebelum memulai pekerjaan, biasakan untuk mengecek keadaan keuangan kas perusahaan. Ini perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dana yang dimiliki bisnis di hari itu.

2. Periksa dan catat setiap transaksi yang ada

Tips ini bisa dilakukan setiap kali mengakhiri aktifitas kerja setiap harinya, dengan menyiapkan buku tersendiri untuk mencatat setiap transaksi agar memudahkan dalam pemeriksaan. Pastikan juga setiap nota, faktur, cek, atau apapun catatan kecil yang penting tersusun rapi dalam satu tempat.

3. Periksa ulang setiap transaksi setiap satu minggu

Setelah roda bisnis berjalan selama satu minggu, saatnya untuk Anda memeriksa kembali setiap transaksi yang sudah dilakukan dalam periode satu bulan. Periksa juga utang piutang perusahaan, terlebih lagi yang sudah jatuh tempo dalam minggu tersebut.

4. Segera selesaikan transaksi yang belum rampung

Tips yang terakhir adalah memeriksa lebih detail transaksi yang ada, jika bisa lebih difokuskan pada transaksi-transaksi yang belum diselesaikan. Jika ada yang belum terselesaikan segera untuk menyelesaikannya, termasuk utang maupun piutang.