Tujuan Penulisan Karya Ilmiah, Ciri-Ciri, Manfaat, dan Bentuk Penyajiannya

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Karya ilmiah merupakan satu di antara jenis karya tulis yang berisi berbagai informasi. Adapun informasi yang ada dalam karya ilmiah merupakan hasil dari sebuah pengamatan dan penelitian.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah, berdasarkan data dan fakta (obervasi, eksperimen, dan kajian pustaka).

Karya ilmiah erat dengan dunia pendidikan dan penelitian. Kebanyakan karya ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil dari riset yang dilakukan lembaga penelitian maupun pendidikan.

Adapun tujuan penulisan karya ilmiah yang paling utama adalah untuk melatih peneliti berpikir kritis, komprehensif, dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan baru.

Selain itu, penulisan karya ilmiah juga mempunyai tujuan lain. Apa saja tujuan lain dari penulisan karya ilmiah?

Berikut ini rangkuman tentang tujuan penulisan karya ilmiah, ciri-ciri, manfaat, dan bentuk penyajiannya, seperti dilansir dari gerbangkurikulum.sma.kemdikbud.go.id, Senin (15/11/2021).

vidio:PSSI Berikan Bonus Total Rp 160 Juta Kepada Pemain dan Pelatih Timnas Indonesia

Tujuan Penulisan Karya Ilmiah

Ilustrasi mengetik di laptop. Credit: unsplash.com/Corrine
Ilustrasi mengetik di laptop. Credit: unsplash.com/Corrine

Adapun beberapa tujuan dari penulisan karya ilmiah, sebagai berikut:

1. Karya ilmiah bisa menjadi wahana untuk melatih ide.

2. Menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat.

3. Untuk membuktikan pengetahuan dan potensi ilmiah yang dimiliki oleh siswa.

4. Pembuktian dalam menghadapi dan memecahkan masalah.

5. Melatih keterampilan dasar dalam melakukan penelitian.

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Ilustrasi mengetik di laptop. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi mengetik di laptop. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

1. Reproduktif dan Tidak Ambigu

Setiap karya ilmiah yang ditulis harus dapat diterima dan dimengerti oleh para pembacanya. Dalam karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detail dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan atau ambigu.

Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh pembacanya.

2. Harus Objektif dan Menghindari Kesan Emotif

Isi dalam karya ilmiah harus objektif dan tidak boleh emotif atau dibuat dengan dasar perasaan emosional penulis. Hal ini penting agar karya ilmiah yang dibuat dapat menjadi suatu karya objektif, bukan berpihak pada emosi penulis.

3. Menggunakan Bahasa yang Baku dan Memperhatikan Cara Penulisan yang Tepat

Sebuah karya ilmiah harus ditulis menggunakan bahasa yang baku dan memperhatikan kaidah penulisan yang tepat. Bahasa yang baku adalah bahasa yang formal dan resmi sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

4. Menggunakan Kaidah Keilmuan

Sebuah karya ilmiah harus ditulis dan disusun dengan kaidah keilmuan. Kaidah keilmuan di sini maksudnya adalah metodologi penelitian yang harus diperhatikan oleh penulis karena dengan metodologi, karya ilmiah memiliki kerangka pemikiran yang logis.

5. Berkohesi dan Menggunakan Kalimat yang Efektif

Sebuah karya ilmiah harus berkohesi dan menggunakan kalimat yang efektif. Berkohesi di sini maksudnya adalah antara satu bab dengan bab yang lain harus saling berkesinambungan, terutama isinya.

Hindari penggunakan kalimat yang tidak efektif alias bertele-tele dalam menulis sebuah karya ilmiah.

Manfaat Karya Ilmiah

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup

Beberapa manfaat dari dari karya ilmiah, antara lain:

1. Sebagai bahan rujukan untuk berbagai kepentingan dan kegiatan ilmiah, seperti seminar dan penelitian lainnya.

2. Sebagai sarana edukasi untuk menyebarkan kebenaran-kebenaran ilmu tertentu.

3. Sebagai sarana deseminasi (penyebaran ilmu), seseorang maupun kelompok masyarakat tertentu akan lebih luas wawasan dan keilmuannya dengan membaca karya tulis ilmiah.

Macam-Macam Bentuk Penyajian Karya Ilmiah

Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)

1. Bentuk Populer

Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Karya ilmiah bentuk populer tersebut bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas.

Ragam bahasa yang digunakan dalam bentuk tersebut bersifat santai atau populer. Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah.

Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan, dan disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami.

Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa gurauan dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan).

2. Bentuk Semiformal

Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah. Secara garis besar, karya ilmiah bentuk semiformal terdiri atas:

  • Halaman judul

  • Kata pengantar

  • Daftar isi

  • Pendahuluan

  • Pembahasan

  • Simpulan

  • Daftar pustaka

3. Bentuk Formal

Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi.

Sebuah karya ilmiah terbentuk dari bagian awal, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil dan pembahasan, dan simpulan/rekomendasi.

Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Halaman Judul

  2. Tim pembimbing/lembar pengesahan

  3. Kata pengantar

  4. Abstrak

  5. Daftar isi

  6. Bab Pendahuluan

  7. Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoretis

  8. Bab Metode penelitian

  9. Bab Pembahasan hasil penelitian

  10. Bab Simpulan dan rekomendasi

  11. Daftar pustaka

  12. Lampiran-lampiran

  13. Riwayat hidup

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel