Tujuan Perdagangan Internasional dan Jenis-jenisnya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Perdagangan Internasional merupakan kegiatan jual beli antara dua negara yang berbeda. Kegiatan tersebut menjadi satu di antara sektor yang mampu meningkatkan perekonomian negara.

Jadi, kegiatan perdagangan internasional bisa dijadikan sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Perdagangan internasional tidak hanya berdampak pada pendapatan negara. Akan tetapi, juga turut serta membuka peluang kerja, menjaga hubungan baik antarnegara, dan meningkatkan kemakmuran.

Tujuan utama lain dari perdagangan internasional ialah untuk memenuhi kebutuhan yang tidak ada di negara tersebut. Hal tersebut tentunya menunjukkan perdagangan internasional akan sama-sama menguntungkan bagi kedua pihak.

Di sisi lain, masih ada beberapa tujuan dari kegiatan perdagangan internasional yang perlu diketahui. Apa saja tujuannya?

Berikut ini rangkuman tentang tujuan perdagangan internasional dan jenis-jenisnya, seperti dilansir dari laman Harmony.co.id dan Skripsi.id, Kamis (11/2/2021).

Tujuan Perdagangan Internasional

Manfaat perdagangan internasional. / Sumber: Pixabay
Manfaat perdagangan internasional. / Sumber: Pixabay

1. Memperluas pasar (wilayah perdagangan) dan meningkatkan produksi.

2. Meningkatkan devisa negara melalui kegiatan ekspor produk ke negara lain.

3. Meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi, menstabilkan harga barang, dan menyerap banyak tenaga kerja.

4. Melakukan transfer teknologi modern untuk membantu meningkatkan efisiensi dalam proses produksi.

5. Mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang makin mahir, terampil, dan unggul untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Jenis-Jenis Perdagangan Internasional

Manfaat perdagangan internasional. / Sumber: Pixabay
Manfaat perdagangan internasional. / Sumber: Pixabay

1. Ekspor

Ekspor merupakan suatu proses perdagangan barang atau komoditas dari dalam negeri ke luar negeri. Ekspor juga merupakan satu di antara proses bisnis yang penting kerena menghasilkan banyak keuntungan dan peluang bisnis bagi negara asal komoditas tersebut. Ada dua jenis ekspor yang perlu diketahui, yaitu:

  • Ekspor biasa, yaitu pengiriman barang ke luar negeri dengan ketentuan berlaku yang ditujukan kepada pembeli di luar negeri menggunakan letter of credits (L/C) dengan ketentuan tertentu.

  • Ekspor tanpa L/C, penjual barang mengirimkan barangnya terlebih dahulu melalui izin khusus dari departemen pedagangan.

2. Barter

Barter merupakan penjualan dengan cara pengiriman barang ke luar negeri untuk ditukarkan langsung dengan barang yang dibutuhkan dalam negeri. Ada beberapa jenis barter, yakni:

  • Direct Barter

Direct barter adalah sistem pertukaran barang dengan barang dengan menggunakan alat penentu nilai atau biasa disebut dengan denominator of value.

  • Switch Barter

Sistem ini dapat diterapkan jika satu di antara pihak tidak mungkin memanfaatkan sendiri barang yang akan diterima dari pertukaran tersebut. Jadi, negara pengimpor dapat mengambil alih barang tersebut ke negara ketiga yang membutuhkannya.

  • Counter Purchase

Counter Purchase adalah sistem perdagangan timbal balik antardua negara. Sebagai contohnya, suatu negara yang menjual barang kepada negara lain, maka negara yang bersangkutan juga harus membeli barang dari negara tersebut.

  • Buy Back Barter

Buy Back Barter adalah sistem penerapan alih teknologi dari suatu negara maju kepada negara berkembang dengan cara membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang. Kemudian nantinya hasil produksi tersebut ditampung atau dibeli kembali oleh negara maju.

Jenis-Jenis Perdagangan Internasional

Ilustrasi perdagangan internasional. / Sumber: Pixabay
Ilustrasi perdagangan internasional. / Sumber: Pixabay

3. Konsinyasi (Consigment)

Konsinyasi adalah penjualan dengan pengiriman barang, belum ada pembeli tertentu di luar negeri. Penjualannya dapat dilakukan melalui pasar bebas atau bursa dagang dengan cara memakai sistem lelang.

4. Package Deal

Package Deal merupakan kegiatan perdagangan yang dilakukan guna memperluas hasil produksi suatu negara. Perdagangan ini dilakukan dengan mengadakan perjanjian dagang (trade agreement) dengan satu di antara negara.

Isi perjanjian itu berupa ketetapan jumlah barang yang akan diekspor ke negara lain atau diimpor dari negara tertentu.

5. Penyelundupan (Smuggling)

Penyelundupan ini merupakan kegiatan yang tidak baik dan merupakan masuk tindakan kriminal. Penyelundupan terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Penyelundupan yang dilakukan memakai cara ilegal penuh.

  • Penyelundupan administratif (custom fraud).

6. Perdagangan Border Crossing

Border crossing merupakan perdagangan yang terjadi di perbatasan negara satu sama lain, dengan persetujuan tertentu. Perdagangan macam ini bisa terjadi karena:

  • Lintas batas laut (Sea border).

  • Lintas batas darat (Overland border).

Sumber: Harmony, Skripsi